medcom.id, Manado: Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengembangkan 400 hektare (ha) perkebunan kopi di Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pengembangan ini diharapkan bisa memberi efek positif bagi perekonomian di daerah setempat.
"Kami menargetkan untuk pengembangan perkebunan kopi di Kotamobagu karena permintaan yang cukup tinggi baik domestik maupun internasional," kata Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, seperti dikutip dari Antara, di Manado, Jumat 30 Juni 2017.
Tatong mengatakan lahan perkebunan seluas 400 hektare ini selain ada milik pemerintah juga dimiliki para petani. Ia mengatakan saat ini pembibitan sudah mulai dilakukan sehingga lahan seluas 400 hektare ini bisa terpenuhi. Untuk biaya, lanjutnya, sudah dianggarkan dalam APBN dan APBD.
"Kami berupaya mengembangkan komoditas kopi ini karena permintaan dari dalam maupun luar negeri cukup tinggi," ujarnya.
Pembeli dari Tiongkok, sebutnya, berasal dari Ukraina dan Belanda yang sangat meminati komoditas kopi organik asal Kota Kotamobagu Provinsi Sulut. "Saat ini sudah ada yang meminati yakni pembeli dari Tiongkok, Ukraina, dan Belanda," kata Tatong.
Tatong mengatakan pihaknya telah menerima permintaan pertama dari Tiongkok sebanyak 5.000 kilogram, sedangkan untuk Ukraina dan Belanda masuk tahap pemantauan dari proses tanam sampai produksi.
"Sehingga kami terus mengembangkan perkebunan dan produksi kopi Kotamobagu karena sangat diminati oleh masyartakat luas," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan