medcom.id, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginginkan jika Indonesia menjadi pusat keuangan syariah global. Saat ini Indonesia butuh komitmen yang lebih besar demi memanfaatkan potensi keuangan syariah meningat mayoritas penduduk muslim ada di Indonesia.
"Banyak indikator-indikator yang kita kayaknya masih jauh dari negara-negara lain. Tantangan kita ke depan untuk jadi global financial center," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Graha Gus Dur, DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat 3 November 2017.
Dirinya menambahkan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat untuk mendorong keuangan syariah. Pasalnya jika masyarakat memiliki pendapatan yang lebih baik, maka akan lebih mudah diarahkan untuk menggunakan produk keuangan syariah.
"Kalau kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi bagaimana. Kalau Singapura saja masuk (ke keuangan syariah) karena kehidupannya sudah lebih dari cukup, tinggal mikir lifestyle. Maka meningkatkan taraf hidup adalah yang pertama, ini harus dilakukan bersama-bersama," jelas dia.
Lebih lanjut, Wimboh berharap jika akses terhadap keuangan syariah bisa diperbanyak hingga mempermudah masyarakat. Selain itu, dirinya juga menginginkan jika masyarakat kelas menengah atas juga bisa menjadi sasaran keuangan syariah.
"Dengan cara lembaga keuangannya diperbanyak. Begitu diperbanyak, maka harapannya bisa menstimulasi masyarakat-masyarakat ini masuk ke sektor syariah. Itu kayaknya sudah berhasil, perbankan (syariah) ada 20 lebih. Bahkan akan banyak lagi konversi," pungkasnya.
OJK juga akan mendorong produk keuangan syariah yang sudah ada dikemas ulang (rebranding) agar lebih dikenal masyarakat luas. Upaya ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk lebih tertarik menggunakan produk keuangan syariah dibandingkan yang konvensional.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan