Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: dok Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: dok Kemenperin)

AMMDes Dorong Ketahanan Ekonomi Nasional

Ekonomi kementerian perindustrian AMMDes
Ilham wibowo • 18 April 2019 11:55
Jakarta: Pengembangan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) diapresiasi banyak pihak karena mampu memberikan beragam manfaat bagi kebutuhan masyarakat desa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas dan mendorong pemerataan ekonomi nasional.
 
"Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan AMMDes secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga menggenjot produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa dalam upaya menciptakan kemandirian industri dan ketahanan ekonomi nasional," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 18 April 2019.
 
Menurut Menperin sejak diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2018, pengembangan AMMDes mencapai perkembangan yang luar biasa. Bahkan saat ini telah memasuki tahap produksi massal serta terbukti mampu memenuhi berbagai kebutuhan produksi dan peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"AMMDes telah diproduksi massal dengan pengembangan beragam aplikasi untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, hingga tanggap darurat bencana. Bahkan, bisa menjadi unit usaha," tutur Airlangga.
 
Beberapa unit AMMDes sudah diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti yang dilengkapi dengan alat perontok padi, penjernih air, pembuat es serpihan, pengolah kopi, pemoles beras, generator listrik, pascapanen pisang, dan ambulance feeder.
 
Kehadiran alat ini mendapat apresiasi saat penyelenggaraan The 2nd AMMDes Summit and Exhibition di ICE BSD City, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu. Siti Kamarijah mewakili Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut pengembangan AMMDes dapat dimanfaatkan oleh para nelayan.
 
"Kami melihat AMMDes sangat mendukung kegiatan nelayan, seperti untuk penangkapan ikan. Sebab, mereka membutuhkan perbekalan air bersih dan es. Ini merupakan kebutuhan vital yang biasanya wajib mereka bawa, karena untuk menjaga mutu hasil tangkapannya," papar Siti.
 
Adanya AMMDes yang dilengkapi aplikasi penjernih air dan pembuat es serpihan diyakini pula akan mendongkrak nilai penjualan ikan karena kualitasnya dapat terjaga dengan baik. "Ini yang tentunya bisa menguntungkan bagi nelayan. Bahkan, AMMDes dapat menumbuhkan unit usaha baru bagi komunitas atau koperasi nelayan," imbuhnya.
 
Sementara itu, Fiitri Suciani dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan kebanggaannya tehadap AMMDes sebagai karya anak bangsa yang bisa digunakan ketika kondisi darurat atau pascabencana. Contohnya, AMMDes penjernih air yang telah dimanfaatkan bagi para penyintas gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, pada akhir tahun lalu.
 
"AMMDes tersebut memang sangat dibutuhkan sekali, khususnya di lokasi-lokasi yang air bersihnya sangat terbatas seperti waktu itu di Palu, Sigi, dan Donggala. Apalagi, air bersih sangat vital untuk menunjang segala aktivitas masyarakat," ujarnya.
 
Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Magaya Pura di Sigi, Sulteng, Muhamad Farid, mengaku telah merasakan manfaat dari kehadiran AMMDes penjernih air. Adanya satu AMMDes penjernih Air ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk tujuh desa.
 
"AMMDes penjernih air sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat yang terkena dampak bencana. Dalam kondisi tersebut, masyarakat memang sangat membutuhkan air bersih," ungkapnya.
 
Sementara itu, Anggota Koperasi Tani Hijau di Tanggamus, Lampung Nur Soleh mengemukakan bahwa AMMDes mampu memudahkan aktivitas kelompok taninya dalam mengirim hasil panen pisang. Saat menggunakan sepeda motor barang yang terangkut hanya tiga tandan pisang, tetapi pakai AMMDes dapat mengangkut 11 tandan pisang ditambah membawa satu karung pupuk.
 
"Sekarang lebih efektif dan murah untuk biaya transportasinya karena bahan bakarnya juga irit. Bahkan, dari kemampuan AMMDes, kami tidak terkendala dengan cuaca hujan atau jalan licin. Sejauh ini, kami belum menemui masalah ketika berada di jalan dengan tingkat kecuraman yang tinggi. Kemudahan ini yang kami percaya akan membawa profit yang besar bagi kami," paparnya.
 
Regional Manager United States Agency for International Development (USAID) Jalin Project Provinsi Banten Harris juga mengatakan sudah menguji coba performa AMMDes aplikasi ambulance feeder untuk membantu mobilisasi warga di lingkungan kampung Baduy, Kabupaten Lebak. Warga sangat membutuhkan layanan kesehatan seperti ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat saat persalinan.
 
"Kami di USAID udah mengujicoba AMMDes aplikasi ambulance feeder untuk mengangkut ibu hamil terutama di daerah offroad, kita uji coba di Bojongmanik, di daerah Baduy di Kabupaten Lebak yang banyak ibu hamilnya dengan kondisi ekonomi yang rendah dan akses ke Puskesmas sulit," ungkapnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif