medcom.id, Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan hari ini meresmikan tiga jalur tol laut sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik untuk angkutan barang.
Menurut dia, dengan adanya tol laut ini, ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat di wilayah terluar, terpencil, dan sulit terjangkau bisa terpenuhi khususnya di wilayah Indonesia Bagian Timur. Dengan disparitas harga yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia bagian Barat.
"Dengan adanya pelaksanaan tol laut tersebut diharapkan ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat khususnya bagian Timur Indonesia dapat terlayani dengan kesetaraan harga barang di Indonesia Bagian Barat," kata Jonan, saat meresmikan tol laut di Terminal Penumpang, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/11/2015).
Jonan menjelaskan, pengadaan tol laut ini dilakukan melalui skema Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp257.907.959.000 dengan enam unit kapal. Namun, sehubungan dengan keterbatasan waktu dan ketersediaan armada PT. Pelni (Persero), maka baru dioperasikan tiga unit kapal untuk tiga ruas trayek dengan nilai subsidi sebesar Rp30 miliar.
Adapun ketiga susunan jaringan trayek tersebut adalah:
1. Kodo Trayek T-1: Tanjung Perak - Tual - Fak fak - Kaimana - Timika - Kaimana - Fak fak - Tual - Tanjung Perak. (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III-32).
2. Kode Trayek T-4: Tanjung Priok - Biak - Serui - Nabire - Wasior - Manokwari - Wasior- Nabire - Serui - Blak - Tanjung Priok. (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga Ill-22).
3. Kode Trayek T-6: Tanjung Priok - Kijang - Natuna - Kijang - Tanjung Priok. (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III-4).
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan