medcom.id, Kupang: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung keinginan Presiden Joko Widodo untuk merunut kembali rute pelayaran kapal perintis yang dikelola PT Pelni.
"Pemerintah NTT sangat mendukung, mengingat rute pelayaran perintis yang sudah ada saat ini terlalu menyita waktu," kata Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dikutip dari Antara, Kamis (7/1/2016).
Dalam kunjungan kerjanya ke NTT untuk menghadiri acara perayaan Natal bersama tingkat nasional di Kupang, pada 28 Desember 2015, Presiden Joko Widodo menjanjikan akan merunut kembali jalur pelayaran kapal-kapal Pelni yang menghubungkan Kupang dengan daerah-daerah lain di Kawasan Timur Indonesia.
Langkah ini sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan tol laut di Indonesia Timur. Menurut Gubernur Lebu Raya, selama ini para pengguna jasa transportasi laut di Nusa Tenggara Timur, kurang berminat bepergian dengan kapal-kapal perintis yang sudah disediakan pemerintah karena waktu tempuh lebih dari
20 hari perjalanan.
Keluhan masyarakat ini, kata dia, sudah disampaikan kepada pemerintah pusat dan sudah ada respons dengan menambah armada kapal.
Namun, waktu tempuhnya juga masih lebih dari sepuluh hari. Karena itu, dengan adanya pembenahan kembali jalur pelayaran, diharapkan waktu tempuh paling lama cukup satu pekan.
Kapal feri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Ricard Djami mengatakan, pada tahun ini, NTT akan mendapat tambahan satu kapal feri, untuk ikut membantu melayani rute penyeberangan perintis di daerah ini.
"Kapal tersebut akan mulai dibangun tahun ini dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir 2017," ujar dia.
Kapal baru tersebut berkemampuan 700 Gross Tonage (Tonase Kotor) dan mampu melayani rute penyeberangan diantar pulau tersebut.
Kapal baru itu memiliki kapasitas angkut 196 penumpang, 15 kendaraan truk dan sepuluh kendaraan kecil. Kapal tersebut berukuran 56,02 meter (m), panjang garis tegak 48,82 m, lebar 14 m, tinggi geladak 3,8 m, dengan kemampuan bergerak 11 knot. Soal rute, dia mengatakan rute penyeberangan akan ditentukan setelah kapal sudah ada.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan