Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. FOTO: MI/RAMDANI
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. FOTO: MI/RAMDANI

KKP Siap Evaluasi Ekspor Budi Daya Perikanan di Natuna

Ekonomi kelautan dan perikanan Laut Natuna Utara
Antara • 16 Januari 2020 12:02
Tanjungpinang: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjanji akan meninjau kembali peraturan pemerintah terkait dengan ekspor budi daya perikanan nelayan Natuna, Kepri, seperti ikan napoleon dan kerapu.
 
"Jika Anda berlayar dua jam dari sini (atas KRI Semarang yang berada di perairan Selat Lampa, Natuna). Anda akan menemukan Pulau Sedanau, itu kawasan Mina Politan yang sempat mati suri gara-gara banyak peraturan yang dibuat," kata Edhy Prabowo di hadapan nelayan Natuna, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Selama ini, kata Edhy, nelayan setempat tidak bisa bebas menjual hasil budi daya dikarenakan regulasi yang dibuat oleh pemerintah. Menurut dia, Natuna tidak hanya memiliki nelayan tangkap, tetapi nelayan budi daya juga cukup banyak. Hal itu lah yang membuatnya berkeinginan menggairahkan lagi nelayan budidaya di Natuna.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini yang akan kita hidupkan kembali. Budi daya sempat mati suri di sini, salah satunya Pulau Sedanau," tegasnya.
 
Mengenai nelayan tangkap, dia berharap jangan didahulukan isu mobilisasi nelayan dari Pantai Utara (Pantura) Jawa. Namun, fokus dan utamakan nelayan Natuna. "Optimalkan kemampuan nelayan yang di sini dahulu, faktanya nelayan di sini sudah cukup banyak," ucapnya.
 
Ia turut menyampaikan upaya mengoptimalisasi nelayan Natuna sudah dilakukan sebelumnya namun ada yang tidak tepat. Pemerintah telah membantu puluhan kapal nelayan, ternyata bantuan itu tidak sesuai dengan keinginan masyarakat di sini.
 
"Kapalnya fiber, mereka ingin kapal kayu karena itu kami libatkan bupati dan gubernur dalam menentukan seperti apa bantuan untuk nelayan Natuna," tutur Edhy.
 
Tidak hanya itu, dia juga menyinggung masalah tempat pelelangan ikan, cold storage, BBM, dan sarana pendukung di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Natuna, dibenahi secepatnya.
 
"Ada hal lain juga yang jadi perhatian kami, seperti ketersediaan minyak solar dan air bersih masih kurang, SKPT akan dioptimalkan. Negara telah keluarkan uang lebih dari Rp200 miliar untuk membangun SKPT, dan ini harus kita manfaatkan," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif