NEWSTICKER
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Menteri Rini: BUMN Siap Berpartisipasi Bangun Ibu Kota

Ekonomi pemindahan ibukota bumn
Suci Sedya Utami • 23 Agustus 2019 18:05
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno siap mengerahkan pasukan atau perusahaan BUMN untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim).
 
Rini pun mengharapkan agar BUMN bisa diikutsertakan oleh pemerintah dalam pembangunan di ibu kota baru nantinya. Hal ini tentunya sesuai dengan visi dan misi BUMN sebagai agen pembangunan nasional.
 
"Insyaallah iya, kita harapkan demikian tentunya," kata Rini pada Medcom.id saat mengunjungi pembangunan Stasiun LRT Cibubur, Jakarta Timur, Jumat, 23 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan BUMN memiliki peranan untuk juga berpartisipasi dalam pembangunan negara. Sebab, seperti diketahui pembangunan ibu kota baru dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun ada peran serta BUMN dan investasi swasta.
 
Hal tersebut pun diakui Rini. Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini mengatakan keikutsertaan BUMN dalam pembangunan merupakan hal yang biasa dilakukan.
 
"Ya harus begitu memang (perlu BUMN), enggak mungkin tidak. Dan kita kan biasa, misalnya dalam beberapa pembangunan pun kita mengerjakannya sendiri apakah dari pinjaman atau kita keluarkan obligasi. Jadi kita harapkan juga akan demikian," jelas Rini.
 
Presiden Joko Widodo masih menunggu kajian pemindahan ibu kota baru. Rencananya, ibu kota Jakarta akan dipindah ke wilayah Kalimantan Timur.
 
"Masih menunggu kajian," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
Jokowi mengungkapkan penentuan lokasi yang cocok sebagai calon ibu kota baru masih terkendala dua kajian. Kajian itu antara lain melihat aspek ketahanan bencana, daya dukung lingkungan, ketersediaan air, lahan infrastruktur, keekonomian hingga keamanan.
 
"Masih tunggu kajian, tinggal satu, dua kajian belum disampaikan kepada saya," tutur Jokowi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif