medcom.id, Medan: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung kebijakan pemerintah yang memberlakukan pembayaran tarif tol dengan nontunai. Kebijakan untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) 100 persen perlu didukung semua pihak.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Ibmu S Utomo mengatakan, pembayaran nontunai bukan hanya memperlancar transaksi keuangan dan mendukung kelancaran lalu lintas di jalan tol, tetapi juga menjaga keamanan keuangan masyarakat khususnya pengguna jalan tol.
"Pemprov Sumut berharap jalan tol di Sumut semakin banyak karena dipastikan memperlancar lalu lintas angkutan penumpang maupun barang. Lancarnya lalu lintas penumpang dan barang tentu saja berpengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi Sumut," kata Ibmu, seperti dikutip dari Antara, Senin 2 Oktober 2017.
Jalan Tol Kualanamu-Sei Rampah-Tebingtinggi sepanjang 61 kilometer yang akan segera rampun dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 10 Oktober 2018 diharapkan bisa memperlancar lalu lintas. Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani sebelumnya menjelaskan, panjang jalan tol Kualanamu-Tebingtinggi 61,2 km terdiri dari beberapa seksi.
Ruas jalan Tol Kualanamu-Sei Rampah sepanjang 42 km sudah siap dioperasikan untuk umum. "Seperti di jalan tol lainnya, kedua ruas tol itu juga akan menggunakan pembayaran nontunai," katanya.
Transaksi nontunai di jalan tol diharapkan semakin memperlancar lalu lintas sehingga jarak tempuh juga semakin singkat. Tol Kualanamu -Sei Rampah diperkirakan bisa ditempuh hanya 30 menit dari dua jam lebih kalau tidak menggunakan tol.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan