Annual Meeting IMF-WB 2018

Butuh Dana Swasta untuk Pembangunan Proyek Hijau

Ade Hapsari Lestarini 11 Oktober 2018 18:58 WIB
investasi hijauIMF-World Bank
Butuh Dana Swasta untuk Pembangunan Proyek Hijau
Director General of Global Green Growth Institute (GGGI) Frank Rijsberman. Dok; GGGI.
Nusa Dua: Pengimplementasian pertumbuhan proyek hijau di Indonesia harus didukung oleh pendanaan yang kuat. Bukan saja dari pemerintah dan asing, namun juga swasta.

Demikian disampaikan Director General of Global Green Growth Institute (GGGI) Frank Rijsberman, dalam diskusi Low Carbon Development and Green Economy, di paralel event Annual Meeting IMF-World Bank 2018, di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Kamis, 11 Oktober 2018.

"Namun pendanaan swasta membutuhkan dukungan kerangka kebijakan untuk meminimalkan risiko investasi dalam proyek inovasi hijau," ungkap dia.

Dia menuturkan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat dari berbagai institusi dan pemimpin global serta sektor swasta yang berkomitmen pada pertumbuhan hijau.

Tentunya, lanjut dia, hal ini akan membawa perubahan signifikan bagi Indonesia demi masa depan yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih sejahtera.

LCDI Commissioner and Cochair of the Global Commision on the Economy and Climate Lord Nicholas Stern menambahkan bahwa dunia kini tengah dihadapkan pada realitas pertumbuhan rendah karbon.

"Ini sangat baik bagi lingkungan juga ekonomi. Indonesia tidak membuang-buang waktu dalam mengejar keuntungan ekonomi dan sosial yang bisa dihasilkan dari langkah yang berani," ujar dia.

Menurutnya, LCDI menjadi sebuah contoh kuat dan efisien bagi seluruh dunia tentang bagaimana suatu negara dapat meningkatkan kehidupan dan taraf penghidupan warganya dengan menjaga lingkungan untuk masa depan.

"Sepanjang sejarah saya dengan negara ini (Indonesia) yang sudah berjalan dekade lamanya, saya tak pernah lebih yakin lagi bahwa masa depan yang lebih baik sudah ada di depan mata," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id