Staf Ahli Menkop dan UKM Herustiati (Foto:Dok.Kemenkop UKM)
Staf Ahli Menkop dan UKM Herustiati (Foto:Dok.Kemenkop UKM)

Kemenkop UKM Imbau Koperasi Pengelola Pasar Tingkatkan Kinerja

Ekonomi Berita Kemenkop UKM
M Studio • 10 April 2019 11:22
Jakarta: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) telah merevitalisasi pasar rakyat. Mengubah kondisi pasar yang sebelumnya kumuh menjadi rapi, modern, dan layak bagi pedagang dan nyaman bagi pembeli.
 
Kemenkop UKM pun mengimbau koperasi sebagai pengelola pasar supaya mengelolanya dengan baik agar bertahan lama dan berkembang.
 
Sebagai informasi, program revitalisasi pasar Kemenkop UKM hanya bagi pasar rakyat yang dikelola oleh koperasi. Tercatat, Kemenkop UKM telah merevitalisasi pasar rakyat yang dikelola koperasi sebanyak 789. Tahun ini akan direvitalisasi 53 pasar rakyat. Sesuai juknis, setelah pasar selesai dibangun atau direvitalisasi, maka harus dikelola koperasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui revitalisasi pasar rakyat, kita mengubah pasar yang tadinya becek, kotor, bau menjadi lebih rapi, baik kiosnya, tempat sampah, drainase, sirkulasi udara, parkir, kenyamanan, maupun kemudahan berbelanja. Dengan kondisi pasar yang sudah lebih baik ini, koperasi pengelola pasar harus memberikan manfaat kepada anggotanya," kata Staf Ahli Menkop dan UKM Herustiati, dalam acara Sinergitas Sosialisasi Penajaman Program Tugas Pembantuan Revitalisasi Pasar dan Penataan PKL, di Jakarta, Selasa, 9 April 2019.
 
Herustiati mengatakan, kinerja sebagian besar koperasi pengelola pasar program revitalisasi pasar rakyat belum sesuai harapan.
 
Hal ini terlihat dari jenis usaha yang dilalukan koperasi pengelola pasar yang sebagian besar masih mengandalkan sewa kios dan los, retribusi, dan jasa parkir. Padahal, di luar itu banyak jenis usaha yang bisa dilakukan koperasi pengelola pasar. Misalnya, distribusi barang dan jasa, jasa akuntansi, permodalan, serta pengepakan (packaging).
 
"Ternyata dari 789 pasar rakyat yang sudah direvitalisasi, kinerja sebagian besar koperasi pengelola pasar belum optimal atau belum sesuai harapan kami. Sebagian besar masih mengandalkan sewa kios, retribusi dan parkir," ujarnya.
 
Ia mengatakan program revitalisasi pasar rakyat dan penataan sarana usaha kawasan PKL, mendapat apresiasi dari pelaku UKM, mengingat program tersebut dianggap telah memperbaiki dan meningkatkan sarana ekonomi yang selaras dengan upaya pemerataan, pembangunan hingga memperluas kesempatan kerja
 
"Memang masih diperlukan peningkatan kualitas manajemen tata kelola terhadap koperasi pengelola pasar rakyat," kata Herustiati.
 
Dengan pengelola pasar yang profesional maka diharapkan dapat mengubah stigma tentang pasar rakyat dari pasar yang kumuh menjadi pasar yang penuh pesona, atraktif, dan memberikan tempat yang layak berjualan bagi pedagang, dan layak belanja bagi pembeli.
 
Selain itu, memberikan outcome khususnya peningkatan omzet penjualan pedagang maupun penyerapan tenaga kerja.
 
Karena itu kata Heru, pada tahap awal diberikan stimulasi pembangunan fisik melalui pola tugas perbantuan dengan harapan daerah semakin partisipatif.
 
Tahapan kedua, dilakukan peningkatan profesionalisme melalui pendampingan manajemen.
 
Pada tahap ketiga, dilakukan berbagai upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sehingga ke depan koperasi pengelola pasar rakyat akan mampu mewujudkan pasar yang bercorak modern dan mandiri.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif