Ilustrasi. (FOTO: MI/Palce Alamo)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Palce Alamo)

RS Siloam Tak Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan

Ekonomi bpjs kesehatan siloam international hospital
Ade Hapsari Lestarini • 09 Januari 2019 19:39
Jakarta:PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) menyatakan tidak ada rumah sakit di bawah bendera Siloam yang putus kontrak denganBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
 
Corporate Secretary SILO Jimmy Rambing mengatakan hingga saat ini perseroan masih tetap berkomitmendalam memberikan layanan kesehatan bagi para peserta BPJS Kesehatan karenamerupakan bagian dari dukungan Siloam terhadap program pemerintah yang tercakup dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
 
Selain itu perseroan terus melakukan ekspansi layanan terhadap para peserta BPJS Kesehatan melalui pengembangan kerja sama dengan lebih banyak rumah sakit Siloam dan pembukaan klinik-klinik di bawah bendera Siloam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain jaringan RS Siloam, Lippo Group juga mengembangkan jaringan Siloam Clinic yang menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJS Kesehatan. Klinik-klinik ini kami targetkan untuk terus bertambah untuk melayani peserta BPJS Kesehatan," tambah Jimmy dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Menurut Jimmy, perseroan sebagai pengelola RS Siloam memastikan kerja sama dengan BPJS Kesehatan akan terus berlanjut.
 
"Yang pasti, saat ini hampir semua RS Siloam sudah bisa menggunakan BPJS (Kesehatan). Kami juga yakin Siloam memiliki pengalaman bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yang baik dan kehadiran Siloam akan mendukung pelayanan BPJS Kesehatan," tutur Jimmy.
 
Hingga saat ini perseroan telah mengelola sebanyak 33 rumah sakit di 24 kota dan 16 klinik di delapan kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan memiliki 6.800 kapasitas tempat tidur dan didukung 2.700 spesialis dan dokter umum, serta 10 ribu perawat dan staf pendukung.
 
Tahun ini, perseroan juga merencanakan modernisasi peralatan medis. SILO menyiapkan investasi sebesar Rp1 triliun pada tahun ini yang akan digunakan untuk peremajaan medical equipment, pengadaan medical equipment baru, dan merampungkan konstruksi rumah sakit baru.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif