Duta Besar RI untuk Suriname Dominicus Supratikno dan Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas Slamet Soedarsono. MTVN/Desi.
Duta Besar RI untuk Suriname Dominicus Supratikno dan Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas Slamet Soedarsono. MTVN/Desi.

Suriname Tertarik Belajar Inseminasi Buatan Ternak di Indonesia

Ekonomi indonesia-suriname
Desi Angriani • 24 Juli 2017 13:20
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Suriname menjajaki kerja sama ekonomi pertama dengan Indonesia di bidang agrikultur. Negara kecil di bagian Amerika Selatan ini tertarik untuk mempelajari inseminasi buatan ternak di Indonesia.
 
Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas Slamet Soedarsono mengatakan, pelaksanaan inseminasi buatan ternak di mayoritas negara berkembang hanya memiliki persentase keberhasilan yang sedikit. Namun, Indonesia termasuk negara yang mampu melaksanakan program tersebut secara profesional.
 
"Kita kan punya sejarah panjang dengan Suriname dengan persamaan kultur kemudian Pemerintah Suriname tertarik dengan RI," ujar Slamet kepada Metrotvnews.com di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin 24 Juli 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Slamet menuturkan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari diagnostic mission yang dilakukan delegasi Kementerian Pertanian. Di mana kedua negara berbagi pengetahuan dalam hal peningkatan produktivitas peternakan, pengembangan ternak lokal dan peningkatan pendapatan para peternak.
 
"Ini menjadi follow up atau tindak lanjut di bidang pertanian khususnya peternakan dan ini inseminasi buatan yang jadi sorotan," tuturnya.
 
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Suriname Dominicus Supratikno mengungkapkan kerja sama tersebut bisa menjadi alternatif pasar bagi produsen Indonesia di negara-negara Latin. Suriname merupakan negara anggota Karibia sehingga bila menjadi hub dari Indonesia maka akan memberikan keuntungan besar.
 
"Saya kira peluang ke sini besar sekali di dalam kawasan Amerika Latin mereka anggota Karibia ada sekitar 15 juta dan Suriname anggota aktif kalau dipakai hub untuk pasarkan produk Indonesia lebih besar lagi kapasitasnya memungkinkan bisa masuk ke pasar merkosur," kata dia.
 
Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan meningkatkan eksistensi warga Indonesia keturunan Jawa yang menetap di Suriname. Supratikno mengungkapkan, sudah banyak WNI yang menjabat secara politis baik di parlemen maupun di pemerintahan.
 
"Kami ingin lihat keturunan Jawa di sana ikut naik derajatnya dengan kerja sama ekonomi memang secara politis sudah masuk ada yg duduk di parlemen jadi menteri tapi secara sosial mereka masih perlu empowerment," pungkas dia.
 

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif