medcom.id, Jakarta: Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) memperkirakan bisnis pembiayaan dari bank syariah untuk tahun depan akan meningkat. Optimisme ini didukung oleh pembiayaan di sektor usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) yang akan meningkat ditambah peningkatan ekspansi pembiayaan di beberapa sektor pembiayaan lain.
Ketua Bidang Sertifikasi Profesi Asbisindo Putu Rahwidhiyasa menyebutkan, pembiayaan modal kerja UMKM diproyeksikan mencapai Rp5 triliun. Sedangkan pembiayaan ke segmen multiguna diprediksi mampu mencapai Rp5 triliun hingga Rp7 triliun.
"Tahun depan juga diperkirakan ada ekspansi pembiayaan mikro sebesar Rp8 triliun, ekspansi di properti dan kendaraan roda dua dan roda empat itu ada sekitar Rp8 triliun hingga Rp12 triliun. Itu yang diperkirakan mampu mendorong bisnis perbankan syariah di tahun depan," ujarnya di kantor BNI Syariah, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (21/11/2016).
Dirinya menambahkan, ekspansi bisnis bank syariah akan didorong oleh beberapa konsolidasi yang dilakukan sejumlah Bank Unit Syariah (BUS). Jika tercapai, konsolidasi tersebut diperkirakan akan mampu menambah aset BUS sekira Rp4 triliun hingga Rp5 trliiun.
Selain konsolidasi, sejumlah bank konvensional juga akan dikonversi menjadi BUS di tahun depan. Putu memperkirakan potensi peralihan bank konvensional ke bank prinsip syariah akan mencapai Rp8 triliun.
Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Finance (NPF) bank syariah akan mengalami perbaikan. Kendati demikian, sejumlah tantangan masih akan dihadapi oleh perbankan syariah untuk mencegah lonjakan NPF di 2017.
"Kami berharap pertumbuhan volume pembiayaan tahun depan bisa meningkat sehingga bisa menekan angka pembiayaan yang bermasalah dalam perhitungan rasio NPF. Tahun depan (NPF) bisa tetap di bawah lima persen," kata Sekretaris Jenderal Asbisindo Achmad K. Permana.
Sampai dengan September 2016, NPF perbankan syariah hampir mencapai lima persen yaitu pada level 4,7 persen. Angka tersebut cenderung turun jika dibandingkan dengan NPF pada Agustus tahun ini yang mencapai 4,9 persen.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan