Kemenkop UKM memberikan Bimbingan Teknis Ketahanan Usaha KUMKM di Wilayah Bencana di Pandeglang, Banten (Foto:Dok.Kemenkop UKM)
Kemenkop UKM memberikan Bimbingan Teknis Ketahanan Usaha KUMKM di Wilayah Bencana di Pandeglang, Banten (Foto:Dok.Kemenkop UKM)

Kemenkop UKM Perkuat Ketahanan Bisnis KUKM Hadapi Bencana

Ekonomi Berita Kemenkop UKM
M Studio • 12 April 2019 19:02
Banten: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) berharap pelaku usaha di daerah mampu mempertahankan usahanya, meski dilanda bencana.
 
Pelaku KUMKM (koperasi, usaha kecil, mikro dan menengah) dinilai belum optimal dalam hal ketahanan bisnis terhadap bencana alam. Banyak KUMKM yang terdampak bencana dalam beberapa tahun terakhir.
 
“Kementerian Koperasi dan UKM akan terus berupaya untuk mengurangi risiko usaha agar dampak bencana bagi KUMKM dapat diminimalisir,” kata Asdep Perlindungan Usaha Kemenkop dan UKM Sutarmo, dalam acara Bimbingan Teknis Ketahanan Usaha KUMKM di Wilayah Bencana di Pandeglang, Banten.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upaya preventif dilakukan Kemenkop UKM melalui penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek). Output dari bimtek ialah peserta akan memperoleh semangat untuk berusaha, praktik dalam pembuatan kue berbahan dasar tepung terigu dari PT Sriboga Flour Mill, dan peserta akan difasilitasi memperoleh izin usaha.
 
Dalam bimtek peserta diberikan pembekalan motivasi mempertahankan bisnis dalam situasi terdampak bencana, pengurusan izin usaha mikro kecil melalui sistem OSS dan praktek pengolahan makanan olahan berbahan baku tepung terigu bekerja sama dengan PT Sriboga Flour Mill.
 
“Kerja sama dengan PT Sriboga Flour Mill dengan memberikan praktek pengolahan makanan. Diharapkan UKM makin terampil dan kreatif dalam menghasilkan produk makanan, mendapatkan bahan baku yang lebih murah dan mudah sehingga produk UMKM dapat bersaing di pasar dengan harga yang kompetitif,” ujar Sutarmo.
 
Selain itu, para peserta diimbau untuk memanfaatkan konsultasi atau pendampingan yang ditawarkan oleh PT JEEMWE. Para peserta juga diharapkan agar menyusun rencana usaha, apa yang sudah dilaksanakan dan hasilnya seperti apa.
 
Turut disosialisasikan program strategis Kemenkop dan UKM dalam rangka penguatan usaha/daya saing yaitu Early Warning System (EWS), PLUT-KUMKM, Kemitraan Nilai dan Rantai Pasok dengan Usaha Besar, Rehabilitasi UMK Pasca bencana dan IUMK.
 
Dalam kesempatan ini, Kemenkop dan UKM langsung memberikan NIB dan IUMK kepada dua pelaku usaha, yaitu Afiatun Inayah yang memiliki usaha jamu tradisional dan Septia Maulida yang memiliki usaha pembuatan bros.

 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif