Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat panen raya jagung di Desa Botuwombatu. Foto: MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat panen raya jagung di Desa Botuwombatu. Foto: MI/Ramdani.

Indonesia Sukses Menyejahterakan Petani Jagung

Ekonomi jagung
23 Mei 2019 20:00
Jakarta: Menteri Pertanian Amran Sulaiman menolak tawaran kerja sama Argentina terkait impor jagung. Penolakan impor disampaikan Amran saat kunjungan Wapres Argentina Gabriela Michetti ke kantor Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu.
 
Amran merasa produksi jagung nasional telah surplus. Bahkan, dia menawarkan Indonesia siap mengekspor pisang, manggis, nanas dan salak ke Argentina.
 
Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia menilai sikap Amran menjadi salah satu bukti suksesnya pemerintah dalam upaya menyejahterakan petani. "Amran sudah menjaga kerja dan perekonomian petani jagung supaya tetap sejahtera. Kita tidak selalu impor, bisa juga ekspor," kata Bahlil, Kamis 23 mei 2019
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Bahlil, dengan kebijakan Amran yang berani menolak tawaran impor jagung Argentina, menunjukkan sektor pertanian Indonesia mampu bersaing di pasar dunia.
 
Bahlil menuturkan, dengan derasnya impor, seperti jagung, akan berprengaruh terhadap daya saing harga di tingkat petani.
 
"Impor pangan itu kan ada juga yang ulahnya mafia. Mengambil kesempatan dan keuntungan memanfaatkan kebutuhan pangan kita. Kasihan petani kalau kita mampu produksi tapi impor," ujar Bahlil.
 
Seperti diketahui, produksi jagung nasional tahun 2018 mencapai 30,56 juta ton dengan luas lahan panen 5,73 juta hektare. Angka produksi itu tumbuh 3,64 persen dibandingkan tahun 2017.
 
Presiden Joko Widodo juga pernah mengungkapkan, Indonesia kini telah berhasil mengekspor jagung. Terbukti tahun 2018 sebanyak 380 ribu ton produksi jagung nasional mampu di ekspor.
 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif