Ilustrasi. FOTO: PLN
Ilustrasi. FOTO: PLN

Pemerintah Disarankan Tunda Kenaikan Harga Listrik, LPG, hingga Pertalite

Ekonomi Inflasi Pertumbuhan Ekonomi BBM Elpiji Ekonomi Indonesia pertalite Tarif Listrik LPG
Antara • 11 Mei 2022 19:29
Jakarta: Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyarankan agar pemerintah menunda kenaikan harga kebutuhan pokok yang diatur pemerintah atau administered price seperti harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik.
 
"Sebisa mungkin kita tahan, misalnya, harga energi, LPG, pertalite, listrik, dan beberapa harga kebutuhan pokok. Kalau ini bisa dilakukan kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi 5,2 persen tahun ke tahun di 2022 bisa kita capai," kata Eko, dilansir dari Antara, Rabu, 11 Mei 2022.

 
Di satu sisi, menurut dia, kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat seperti makanan minuman, perumahan, air, dan bahan bakar rumah tangga menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat telah mulai pulih dibandingkan saat penyebaran covid-19 masih tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi efek pengendalian pandemi sudah membuahkan hasil berupa daya beli masyarakat yang meningkat," katanya.
 
Namun, kenaikan harga kebutuhan pokok yang membuat inflasi pada April 2022 mencapai 3,47 persen year on year juga perlu diwaspadai agar tidak sampai menahan laju daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga

Dalam kesempatan ini, Eko menilai, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang sebesar 4,34 persen yoy pada kuartal I-2022 lebih disebabkan karena sebelumnya konsumsi rumah tangga terkontraksi pada kuartal I-2021.
 
"Jadi secara keseluruhan sebetulnya pertumbuhan konsumsi kita belum pulih-pulih banget, sehingga kalau ke depan akan ada upaya meningkatkan sejumlah administered price, siap-siap saja daya beli akan rontok lagi usai Lebaran," ucapnya.
 
Hal ini tampak dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang tercatat menurun pada kuartal I-2022, meski masih di atas 100 atau masyarakat masih optimistis. IKK sepanjang Januari sampai Maret 2022 tercatat sebesar 119,6, 113,1, dan 111, sementara IKE tercatat sebesar 100,9, 95,5, dan 93,9.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif