NEWSTICKER
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Foto: Medcom.id/Desi Angriani

BI Pangkas Bunga Acuan Jadi 4,75%

Ekonomi bank indonesia suku bunga
Desi Angriani • 20 Februari 2020 14:53
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memutuskan memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen. Kebijakan tersebut untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah dampak penyebaran virus korona.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan suku bunga Deposit Facility ikut turun sebesar 25 bps menjadi 4,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen.
 
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Februari 2020 memutuskan untuk menurunkan BI7DRR sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen," katanya dalam jumpa pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry menjelaskan kebijakan moneter bank sentral tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, serta stabilitas eksternal yang aman.
 
"Strategi operasi moneter ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif," ungkapnya.
 
Bank Indonesia, lanjutnya menyesuaikan ketentuan terkait perhitungan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dengan memperluas cakupan pendanaan dan pembiayaan pada kantor cabang bank di luar negeri yang diperuntukkan bagi ekonomi Indonesia.
 
Kebijakan sistem pembayaran juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Di antaranya melalui perluasan akseptasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta elektronifikasi bansos dan transaksi keuangan Pemda.
 
"Kebijakan makroprudensial yang akomodatif ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi sejalan dengan siklus finansial dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian," tambah dia.
 
Perry menambahkan BI ke depan akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi.
 
"Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta mempercepat reformasi struktural, termasuk dalam memitigasi dampak Covid-19," pungkas dia.
 
Sebelumnya, BI mempertahankan bunga acuan pada posisi lima persen di awal 2020. Posisi suku bunga acuan ini telah bertahan sejak November 2019.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif