Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu

Sri Mulyani Minta Tambahan Subsidi Rp74,9 Triliun dan Kompensasi Rp275 Triliun ke DPR

Eko Nordiansyah • 19 Mei 2022 13:17
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan usulan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR untuk tambahan anggaran subsidi dan kompensasi energi. Tambahan anggaran ini sebagai respons kenaikan harga minyak dan komoditas energi.
 
Untuk subsidi energi, ia meminta tambahan anggaran sebesar Rp74,9 triliun. Tambahan anggaran ini akan digunakan untuk membayar selisih subsidi dari alokasi dalam APBN sebelumnya, yaitu Rp71,8 triliun untuk BBM dan elpiji serta Rp3,1 triliun untuk listrik.
 
"Tadi disampaikan Rp74,9 triliun yaitu untuk BBM, elpiji, dan listrik. Untuk dan elpiji Rp71,8 triliun, untuk subsidi listrik Rp3,1 triliun. Ini kita usulkan untuk dibayarkan keseluruhan (tahun ini)," kata dia dalam rapat dengan Banggar DPR di Jakarta, Kamis, 19 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan untuk kompensasi, Sri Mulyani mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp216,1 triliun dari sebelumnya hanya Rp18,5 triliun saja. Namun karena ada kurang bayar kompensasi dari 2021 sebesar Rp108,4 triliun maka kebutuhannya mencapai Rp324,5 triliun.
 
"Karena didalam UU APBN kita hanya mengalokasi Rp18,5 triliun jadi kami masih ada tagihan Rp108,4 triliun untuk tahun sebelumnya 2021 plus tahun ini kenaikan kompensasi sebesar Rp216 triliun, totalnya menjadi Rp324,5 triliun," ungkapnya.
 
Karena kebutuhan anggaran kompensasi yang cukup besar tadi, Sri Mulyani mengusulkan tambahan anggaran pada APBN 2022 ini sebesar Rp275 triliun saja. Sementara sisa kompensasi yang belum dibayarkan akan di-carry over ke APBN tahun depan.
 
"Sisanya nanti kita akan meminta termasuk karena ini sampai Desember nanti, kita akan minta audit BPKP, nanti pembayaran settlementnya akan dilakukan di 2023 yaitu sebesar Rp49,5 triliun, yaitu Rp44,5 triliun untuk BBM dan Rp5 triliun untuk listrik," pungkas dia.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif