Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian

Airlangga: Pemerintah Upayakan Perbaikan Iklim Ekonomi Digital

Media Indonesia.com • 23 Mei 2022 11:51
Davos: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah telah berupaya mendorong perbaikan iklim ekonomi digital di Indonesia. Perbaikan itu dilakukan dengan ragam transformasi regulasi yang mendukung perkembangan sumber ekonomi baru tersebut.
 
Hal itu ia sampaikan dalam World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 saat bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Qualcomm Cristiano Amon di Qualcomm Haus, Davos-Swiss. Keduanya membahas perkembangan dan potensi digitalisasi di Indonesia.
 
"Dengan transformasi sejumlah regulasi investasi, Qualcomm dapat mengembangkan jaringan bisnisnya ke Indonesia, khususnya terkait pengembangan infrastruktur 5G dan sektor digital lainnya di Indonesia," ujar Airlangga, dikutip dari Mediaindonesia.com, Senin, 23 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan, di level regional, kawasan ASEAN merupakan pasar terbesar ke-3 di Asia dan terbesar ke-5 di dunia, serta salah satu pasar terintegrasi yang paling berkembang. Selain itu, dengan populasi 660 juta orang, ASEAN memiliki basis konsumen yang luas –terbesar ketiga setelah Tiongkok dan India.

 
Di samping itu, lebih dari 50 persen populasi ASEAN berusia di bawah 30 tahun, dan mereka merupakan bagian terbesar dari angkatan kerja saat ini dan masa depan. Sementara di Indonesia, pada 2021 terdapat transaksi komersial lebih dari USD27 miliar (Rp400 triliun) dengan lebih dari 2.300 startup.
 
Hal itu menempatkan Indonesia sebagai negara ke-5 di dunia dengan jumlah startup terbanyak. Ditambah lagi, Indonesia memiliki 370 juta pengguna koneksi seluler dan 204 juta pengguna internet (74 persen dari total populasi). Nilai transaksi uang elektronik juga melebihi USD2,4 miliar (Rp35 triliun) per Desember 2021.
 
Tingkat inklusi keuangan di 2019 sebesar 76,19 persen dan ditargetkan akan mencapai 90 persen pada 2025, kemudian terdapat 785 juta bisnis fintech pada 2021. Adapun Qualcomm merupakan perusahaan yang mengembangkan produk semikonduktor dan perangkat lunak, serta menyediakan jasa teknologi nirkabel.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif