medcom.id, Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, dalam Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) menyebutkan Indonesia masuk dalam tiga negara terbesar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Muliaman mengatakan, data tersebut dikutipnya dari laporan pertumbuhan pasar investasi syariah pada tahun lalu. Indonesia termasuk tiga besar bersama Malaysia dan Uni Emirat Arab.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa fundamental pertumbuhan terkuat dalam posisi tersebut didapat karena Indonesia diuntungkan oleh populasi yang besar dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
"Ini menjadi tantangan bagi regulator dalam mengelola tanggung jawab yang ada," kata Muliaman di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).
Berdasarkan pengalaman yang ada, lanjut Muliaman, setidaknya ada tiga tantangan yang dihadapi industri keuangan syariah Indonesia. Pertama yakni terkait ukuran dan kedalaman pasar. Menurut dia, Indonesia membutuhkan institusi keuangan syariah yang kuat dan cukup besar. Pasar keuangan syariah di Indonesia perlu diperdalam.
Kedua, Indonesia masih harus memenuhi kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berpengalaman dan ahli dalam mengelola pelayanan yang lebih baik.
Ketiga, lembaga keuangan syariah di Indonesia masih harus mengembangkan inovasi dari bisnis model atau instrumen yang ada saat ini.
"Indonesia masih harus menciptakan model bisnis yang inovatif dan instrumen yang beragam," pungkas dia.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan