Gedung Bank Indonesia. FOTO: MI/SUSANTO
Gedung Bank Indonesia. FOTO: MI/SUSANTO

BI Yakin 2 Hal Besar Ini Jadi Pengubah Permainan dalam Pemulihan Ekonomi 2021

Ekonomi Bank Indonesia Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Angga Bratadharma • 24 September 2021 20:06
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melihat ada dua hal besar yang memengaruhi dan diharapkan jadi game changer dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di 2021. Adapun dua hal yang dimaksudkan oleh bank sentral yakni vaksinasi covid-19 dan akselerasi digitalisasi.
 
"Dari segi vaksinasi, meski terus digencarkan namun kemampuan adaptasi dunia usaha terus diuji agar bertahan dan bangkit di new normal," sebut Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta, dalam webinar The Iconomics bertajuk 'Implementasi Transaksi Pembayaran Digital QRIS bagi UMKM', Jumat, 24 September 2021.
 
BI, tambahnya, melihat penanganan dan pemulihan pandemi covid-19 ibarat dua sisi mata uang. Satu sisi bagaimana harus menyeimbangkan antara menjaga kesehatan dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, harus ada kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bertransformasi yang menjadi kunci keberhasilan untuk melewati pandemi dengan sukses.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami yakin pendorongnya dalam pemulihan ekonomi nasional yaitu pelaksanaan vaksinasi dan yang kedua adalah akselerasi digitalisasi. Untuk menjaga asa dalam perekonomian, BI juga melakukan berbagai macam inisiatif kebijakan sistem pembayaran," tukasnya.
 
Di sisi lain, ia mengatakan, periode satu setengah tahun terakhir adalah masa yang penuh tantangan dan berdampak luas biasa tidak hanya kepada kemanusiaan tapi juga ekonomi dan keuangan di seluruh dunia. Bahkan, sampai kuartal III-2021 pandemi covid-19 masih menjadi tantangan bagi pemulihan ekonmi nasional bukan hanya global tapi juga domesitk.
 
"Hal ini seiring dari mutasi varian baru yaitu varian delta," tuturnya.
 
Lebih lanjut, ia mengaku, BI meyakini Indonesia mempunyai pondasi yang kuat dengan memanfaatkan digitalisasi. Hal itu ditunjang oleh PDB per kapita yang mencapai USD3.917 dengan tren meningkat dalam lima tahun terakhir. Kemudian, inklusi keuangan mencapai 49 persen, adanya bonus demografi, dan penggunaan internet mencapai 197 juta.
 
"BI melihat digitalisasi keharusan dan menciptakan peluang. Tapi kita melihat peluang juga datang dengan risiko. Sebagai otoritas sistem pembayaran, BI menyeimbangan peluang dan mitigasi risiko. Karena itu, BI mengeluarkan blue print sistem pembayaran 2025 yang akan menavigasi sistem pembayaran di Indonesia di era digital," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif