Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen pada kuartal II-2021 merupakan yang tertinggi sejak kuartal IV-2004 lalu. Pada saat itu, ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2004 tumbuh 6,65 persen dibanding dengan kuartal IV-2003 (year-on-year).
"Tertinggi sejak kuartal IV-2004," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam video conference, Kamis, 5 Agustus 2021.
Tak cuma itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melesat ini juga membawa Indonesia keluar dari resesi. Pasalnya pertumbuhan ini mengakhiri catatan kontraksi ekonomi berturut-turut sejak kuartal II tahun lalu hingga kuartal I tahun ini.
Walau sudah mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, Margo menyebut ekonomi Indonesia belum kembali ke kondisi normal sebelum pandemi covid-19. Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di bawah level sebelum terjadi pandemi.
"Namun catatan saya tadi meski sudah tumbuh positif, sudah ada perbaikan, namun itu belum kembali pada kondisi ekonomi sebelum pandemi covid. Artinya tumbuh tiga persen (secara kuartalan), kalau sebelum covid itu empat persenan," jelas dia.
Di kuartal II-2021 ini, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 84,93 persen berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan 5,93 persen, sedangkan investasi tumbuh 7,54 persen.
Sementara itu, konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tercatat naik 4,12 persen dan konsumsi pemerintah naik 8,06 persen, ekspor tumbuh 31,78 persen diikuti impor 31,22 persen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan