Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Covid-19 Terkendali, Pemulihan Ekonomi Diklaim Telah Kembali ke Level Prapandemi

Eko Nordiansyah • 20 Januari 2022 10:59
Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan perbaikan dan penguatan berbagai program tanggap darurat serta pemulihan ekonomi nasional terbukti efektif dalam penanganan pandemi, sekaligus melindungi masyarakat, menjaga daya tahan, dan memberikan dukungan pada pemulihan sektor usaha.
 
"Dari sisi pemulihan ekonomi, kita menyaksikan tren penguatan pemulihan ekonomi seiring dengan terkendalinya pandemi covid-19. Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang ekonominya sudah kembali ke level prapandemi," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis, 20 Januari 2022.
 
Pemulihan ekonomi didukung penguatan sekor-sektor utama penyumbang PDB seperti industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, konstruksi dan pertanian. Pertumbuhan ekspor menjadi pendorong aktivitas produksi nasional, serta menguatnya aktivitas sektor riil juga tercermin pada kinerja penerimaan negara, khususnya perpajakan yang meningkat signifikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Memasuki 2022, Indonesia menjadi salah satu negara yang dianggap berhasil dalam penanganan pandemi. Dengan angka rata-rata mingguan kasus covid-19 di bawah 1.000 per hari, persentase kasus positif dari jumlah sampel yang berada di kisaran 0,2 persen, serta penurunan tajam pada angka kematian.
 
"Sejak, terkonfirmasi pertama pada 15 Desember lalu, kasus Omicron di Indonesia belum mengalami lonjakan tajam. Penyebaran Omicron diharapkan akan tetap terkendali dengan kewaspadaan dan kedisiplinan seluruh lapisan masyarakat menjaga protokol kesehatan yang selama ini sudah berjalan dengan sangat baik," ungkapnya.
 
Selain itu, hal yang paling menggembirakan adalah dampak langsung ke masyarakat, terlihat dari meningkatnya penyerapan kerja yaitu 2,6 juta lapangan kerja pada 2021 sehingga tingkat pengangguran menurun cukup signifikan. Kondisi ini juga telah mendorong penurunan angka kemiskinan dari 27,55 juta pada 2020 menjadi 26,50 juta pada 2021.
 
Menguatnya momentum pemulihan ekonomi tentu saja juga memberikan dampak positif pada kinerja APBN. Defisit fiskal 6,14 persen PDB pada 2020, menurun menjadi 4,65 persen PDB pada tahun lalu atau lebih rendah dari target APBN 2021, didukung oleh menguatnya kinerja penerimaan negara meskipun belanja tetap tumbuh positif.
 
"Sisi positif lainnya, pemerintah dapat mulai melanjutkan agenda-agenda prioritas, khususnya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), yang sebelumnya sedikit tertunda karena fokus APBN lebih pada penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi," pungkas dia.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif