Namun, Prabowo menegaskan angka pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir pemerintahannya.
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6 Persen
Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi semester I-2026 tercatat 5,45 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir."Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen, dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen. Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir," katanya dalam pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
| Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II-2026 Capai 5,29 Persen, Konsumsi Jadi Penopang |
Dengan capaian tersebut, Prabowo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa digenjot hingga 6 persen pada akhir tahun.
"Dengan kebijakan kebaijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat saya yakin pertumbuhan ekonomi kita diakahir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen," sebutnya.
Investasi Tembus Rp1.010 Triliun
Selain pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi juga menjadi salah satu indikator yang menunjukkan geliat ekonomi nasional. Prabowo mengatakan realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Investasi tersebut juga disebut membuka jutaan lapangan kerja."Pada semester pertama 2026, realisasi investasi mencapai 1.010 triliun Rupiah dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja," bebernya.
Angka tersebut menunjukkan investasi tidak hanya berkaitan dengan masuknya modal, tetapi juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Prabowo: Pertumbuhan Ekonomi Bukan Tujuan Akhir
Meski optimistis dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi, Prabowo mengingatkan pemerintah tidak boleh berhenti pada pencapaian angka-angka ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu otomatis dirasakan seluruh masyarakat."Tetapi saya tegaskan dihadapan majelis ini pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," ujarnya.
Prabowo menilai pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di lapisan bawah.
"Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati rakyat kita kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita," tegasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda