Mengacu data pasar Investing pada pukul 09.06 WIB, kurs rupiah bergerak naik ke level Rp17.589,0 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan rupiah sebesar 59 poin atau 0,34%.
Baca juga: Mata Uang Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS |
Pergerakan rupiah turut dipengaruhi penguatan Indeks Dolar AS (DXY). Indeks yang mengukur kinerja dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia itu naik tipis 0,053 poin atau 0,05% ke level 99,100.
Di kawasan Asia, rupiah juga melemah terhadap won Korea Selatan yang naik 0,17% ke level 13,0555.
Sementara itu, rupiah cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang regional lainnya. Mata uang dolar Singapura turun 0,05% ke Rp13.869,26. Kemudian Ringgit Malaysiia melemah 0,20% ke Rp4.318,54 dan Batha Thaiiland turun 0,13% ke Rp530,652.
Penguatan rupiah juga terlihat terhadap yuan Tiongkok dan yen Jepang yang turun 0,10% ke Rp2.621,08, sedangkan Yen Jepang turun 0,03% ke Rp113,90. Adapun EUR/IDR bergerak stagnan di level Rp20.430,0.
Di pasar komoditas, harga emas dunia terpantau melanjutkan penguatan. Harga XAU/USD berada di level USD4.328,71 per troy ons pada pukul 09.07 WIB. Harga emas tersebut naik 11,95 poin atau 0,28% dibandingkan posisi sebelumnya.
Pergerakan emas yang menguat terjadi di tengah kenaikan tipis dolar AS dan menjadi salah satu perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini.