Penguatan juga terlihat pada kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 naik 1,12 poin atau 0,18 persen ke posisi 626,91.
Namun, pergerakan IHSG masih dibayangi sejumlah sentimen global dan domestik. Investor perlu mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran, harga minyak dunia, hingga agenda MSCI Review yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham.
Seperti diketahui, pada perdagangan sebelumnya, IHSG terkoreksi 1,53 persen ke level 6.267,88. Indeks bahkan sempat menyentuh level 6.230.
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, tekanan pasar kembali meningkat seiring memanasnya hubungan AS-Iran. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pembukaan Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.
| Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Sideways, Investor Cermati Kebijakan BI |
Kekhawatiran tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dan memberikan tekanan terhadap sentimen pasar global.
Dari dalam negeri, perbaikan penjualan ritel pada Juni juga belum cukup kuat untuk mengangkat IHSG. Retail sales Juni tercatat -3,0 persen secara tahunan (YoY), membaik dari -3,9 persen pada periode sebelumnya.
Inflasi AS hingga MSCI Review jadi perhatian
Investor juga akan mencermati sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi pasar saham.Salah satunya adalah rilis data inflasi AS Juli. Konsensus memperkirakan inflasi headline berada di level 3,4 persen YoY, sementara inflasi inti diproyeksikan sebesar 2,5 persen YoY.
Data inflasi AS menjadi penting karena dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS dan ekspektasi pasar terhadap suku bunga.
Selain itu, MSCI Review pada 12 Agustus juga berpotensi meningkatkan volatilitas IHSG sekaligus memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.
Investor juga masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran, pergerakan harga minyak, serta kepastian mengenai Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Secara teknikal, IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah koreksi tajam, dengan support di 6.200–6.240 dan resistance 6.300–6.385. Selama area support mampu dipertahankan, peluang rebound masih terbuka, meski MSCI Review berpotensi membuat pergerakan IHSG tetap volatil," jelas tim riset.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda