Di tingkat nasional, inisiatif ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia dengan Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian bersamaan dengan digelarnya acara Halal Indonesia International Industry Expo, Tangerang. Kerja sama ini memayungi lima pilar utama, yaitu promosi industri halal, fasilitasi sertifikasi dan penguatan kapasitas usaha (certification & capacity building), akses pembiayaan syariah (Shariah financing), edukasi industri, serta pembukaan akses pasar dan jejaring bisnis (market access & business networks).
Baca juga: Laba Bersih Maybank Indonesia Tumbuh 21,2 Persen Jadi Rp698 Miliar pada Semester I 2026 |
Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari, menyampaikan, sinergi ini bertujuan membangun kerangka terpadu untuk meningkatkan daya saing industri halal dalam negeri. “Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai pusat manufaktur dan perdagangan halal regional. Kemitraan bersama Kementerian Perindustrian merupakan bagian dari komitmen Maybank Indonesia untuk mendampingi pelaku usaha naik kelas melalui kemudahan akses pembiayaan, sertifikasi, hingga penetrasi pasar global,” tegasnya.
Melengkapi inisiatif domestik tersebut, penguatan di level regional juga dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Maybank Singapore dan Gallant Venture Ltd guna mengembangkan Bintan Inti Halal Hub dengan solusi perbankan syariah yang menghubungkan ekosistem industri halal Indonesia, Singapura dan Malaysia.
Bertumpu 4 Pilar
Kemitraan regional ini bertumpu pada empat pilar, yaitu promosi investasi, penyediaan solusi perbankan syariah komprehensif, pengembangan kapasitas ekosistem halal, serta dukungan infrastruktur operasional termasuk logistik, supply chain, dan pemberian sertifikat halal. Melalui sinergi ini, pelaku usaha memperoleh solusi end-to-end yang memadukan fasilitas Free Trade Zone di Bintan, transaksi perbankan lintas batas, serta akses pemasaran regional melalui platform marketplace B2B Halal pertama di Malaysia, Salaam Marketplace.Chief Executive Officer Maybank Singapore, Alvin Lee Han Eng, mengatakan masa depan ekonomi halal bertumpu pada konektivitas regional. “Kolaborasi ini menyatukan keahlian perbankan syariah dan jaringan regional Maybank untuk membuka peluang bisnis lintas batas yang lebih luas di seluruh ASEAN bersama Gallant Venture,” ujarnya.
Melalui konsep Singapore-Bintan twinning, Gallant Venture Ltd memosisikan Bintan Inti Halal Hub sebagai basis manufaktur dan ekspor halal yang berdaya saing tinggi. “Model ini mengintegrasikan modal dan konektivitas global Singapura dengan kesiapan fasilitas plug-and-play berbiaya efisien di Bintan. Bersama Maybank, kami menghadirkan pembiayaan dan ekosistem terpadu agar para pelaku industri dapat mengakselerasi ekspansi secara berkelanjutan, ” ujar Chief Executive Officer Gallant Venture, Eugene Park.
Group Chief Executive Officer, Islamic Banking & CEO Maybank Islamic Berhad, Yasin Abdullah, mengatakan langkah ini sejalan dengan strategi ROAR30 dalam menggerakkan ekonomi riil dan memperkuat kepemimpinan perbankan syariah Maybank di pasar ASEAN.
Rangkaian inisiatif ini mencerminkan komitmen Maybank Group dalam menjembatani potensi industri halal regional. Dengan memadukan kesiapan infrastruktur industri, pendampingan regulasi, dan jaringan perbankan syariah regional, sinergi antara regulator, pelaku kawasan industri, dan Maybank siap menjadi motor penggerak supply chain regional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia menuju pasar halal global.