Investasi. Foto: Freepik.
Investasi. Foto: Freepik.

Keamanan Digital Jadi Kunci Utama Hadapi Lonjakan Investor Saham Indonesia

Arif Wicaksono • 27 Juni 2026 08:04
Jakarta: Pertumbuhan jumlah investor saham di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Seiring semakin banyak masyarakat yang mulai berinvestasi, terutama generasi muda, aspek keamanan digital kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih platform investasi.
 
Baca juga: Investor Pemula Wajib Tahu! Ini Strategi Investasi Saham Online yang Menguntungkan      

Di era meningkatnya ancaman kejahatan siber, perlindungan terhadap akun investasi menjadi semakin penting. Investor tidak lagi hanya mencari aplikasi yang mudah digunakan, tetapi juga platform yang mampu menjaga keamanan data pribadi, mencegah akses ilegal, serta melindungi aset dari potensi penyalahgunaan.
 
Menjawab kebutuhan tersebut, aplikasi investasi Stockbit memperkuat sistem perlindungan akun melalui teknologi Three Factor Authentication (3FA) yang terdiri atas pengenalan wajah (Face Recognition), perangkat tepercaya (Trusted Device), dan fitur pembekuan akun (Freeze Account).
Head of PR & Corporate Communication Stockbit William mengatakan, sistem keamanan tersebut dirancang untuk memastikan hanya pemilik akun yang dapat mengakses dan melakukan transaksi investasi.
 
"Teknologi 3FA memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap berbagai potensi ancaman digital. Kami juga memiliki tim keamanan siber yang siaga selama 24 jam setiap hari untuk memantau aktivitas sistem," ujar William dalam keteranganya. 

Selain autentikasi berlapis, platform ini juga menerapkan mekanisme verifikasi tambahan pada setiap aktivitas penting di dalam akun. Apabila terdapat upaya masuk dari perangkat yang tidak dikenali, sistem akan secara otomatis memberikan notifikasi kepada pengguna sekaligus menolak akses yang tidak sah.
 
Sementara itu, fitur Freeze Account memungkinkan investor mengunci sementara akun mereka ketika mencurigai adanya aktivitas yang tidak wajar. Langkah ini memberikan waktu bagi pengguna untuk melakukan pemeriksaan sebelum transaksi yang tidak diinginkan terjadi.
Tak hanya mengutamakan keamanan, pengembangan teknologi juga dilakukan untuk membantu investor mengambil keputusan yang lebih cepat. Salah satunya melalui kehadiran fitur AI Reports yang mampu merangkum keterbukaan informasi emiten menjadi poin-poin penting sehingga lebih mudah dipahami.
 
Menurut William, inovasi tersebut ditujukan bagi seluruh kalangan investor, mulai dari pemula hingga profesional, baik yang aktif melakukan transaksi harian maupun yang berinvestasi untuk jangka panjang.
 
"Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang tidak hanya cepat dan mudah, tetapi juga aman serta didukung informasi yang komprehensif sehingga pengguna dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang lebih efisien," katanya.
 
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga akhir Mei 2026 menunjukkan jumlah investor saham telah mencapai sekitar 9,73 juta Single Investor Identification (SID). Hampir 80 persen di antaranya berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sekitar 5,2 juta investor pada akhir 2023 dan 6,3 juta investor pada akhir 2024.
 
Meningkatnya partisipasi investor muda dinilai turut mendorong kebutuhan terhadap platform investasi yang mampu menyeimbangkan kemudahan penggunaan dengan sistem keamanan digital yang kuat. Kondisi ini menjadikan keamanan siber sebagai salah satu faktor penting dalam perkembangan industri investasi digital di Indonesia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan