Ilustrasi. Foto: MI/Atet
Ilustrasi. Foto: MI/Atet

Kasus Hilangnya Dana Nasabah Maybank Bukan Kewenangan LPS

Ekonomi LPS Maybank Indonesia
Eko Nordiansyah • 17 November 2020 08:26
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak berwenang dalam kasus hilangnya dana nasabah PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Apalagi kasus pembobolan dana nasabah senilai Rp22 miliar ini tengah ditangani oleh Kepolisian Republik Indonesia dan masih terus bergulir.
 
Sekretaris Lembaga LPS Muhamad Yusron mengatakan kewenangan LPS sesuai dengan Undang-Undang (UU) LPS, yaitu menjamin simpanan nasabah apabila terdapat bank yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini sejalan dengan pernyataan Ketua Dewan Komisioner LPS beberapa waktu yang lalu.
 
"Agar simpanan di bank dijamin LPS, nasabah perlu memenuhi syarat 3 T, yakni tercatat pada pembukuan bank, tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank misalnya memiliki kredit macet," kata dia, Selasa, 17 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus ini sebelumnya muncul ke publik saat Winda yang merupakan atlet e-sport mendatangi Bareskrim Polri pada Kamis, 5 November 2020 untuk menanyakan perkembangan penyidikan. Winda sebelumnya melaporkan kasus ini sejak 8 Mei 2020.
 
Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah menilai kasus ini tidak akan memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional. Apalagi saat ini perbankan nasional telah banyak berubah mengikuti perkembangan teknologi dan zaman, termasuk pada aspek keamanan dan regulasinya.
 
"Tidak akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank karena masyarakat cukup paham bahwa ini kasus yang melibatkan oknum. Mereka yang pernah berbisnis dan berhubungan dengan bank sangat paham bahwa bank lembaga keuangan sangat aman, dia diawasi ketat oleh OJK," jelas dia.
 
Piter menyebut, kasus seperti ini mudah dihindari asalkan masyarakat paham akan bisnis maupun SOP di bank. Pasalnya kasus ini dinilainya bermula dari kesalahan nasabah, kelalaian dari nasabah karena nasabah tidak melakukan pengecekan, bahkan meninggalkan kartu ATM-nya kepada pejabat bank.
 
Ia menambahkan, kasus serupa pernah dialami oleh Citibank yang mana pegawainya, Malinda Dee, membobol uang milik nasabah. Namun hal tersebut tidak berdampak kepada kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan, ataupun kepercayaan terhadap Citibank.
 
"Kasus ini juga sudah masuk ranah pidana dan kepolisian yang menangani, sehingga regulator (OJK) tidak perlu turun tangan. Begitupun dengan LPS, kasus ini bukan masuk ke dalam wewenang LPS karena tugas LPS adalah melikuidasi bank gagal yang sudah dinyatakan OJK," ungkapnya.
 

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif