Mengacu pada data pasar valuta asing, Kamis, 8 Oktober 2026, hingga pukul 09.39 WIB, rupiah berada di level Rp17.876,3 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 15,6 poin atau 0,09 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi ketika Indeks Dolar AS (DXY) justru mengalami koreksi tipis. DXY berada di level 102,000, turun 0,013 poin atau 0,01 persen.
Di sisi lain, harga emas dunia menunjukkan penguatan signifikan. Harga emas di pasar spot (XAU/USD) naik 30,80 poin atau 0,75 persen menjadi USD4.141,71 per troy ons pada pukul 09.44 WIB.
Penguatan emas menunjukkan minat pasar terhadap aset lindung nilai atau safe haven masih cukup kuat.
Sementara itu, pergerakan rupiah terhadap sejumlah mata uang utama dan regional Asia berlangsung bervariasi.
Rupiah melemah terhadap won Korea Selatan dengan turun 0,0202 poin atau 0,15 persen menjadi Rp13,3765 per won. Posisi tersebut sekaligus menjadi level tertinggi dalam 52 minggu.
Rupiah juga melemah terhadap baht Thailand yang turun 0,254 poin atau 0,05 persen ke level Rp531,654.
Terhadap euro, pergerakan rupiah cenderung stagnan dengan berada di level Rp20.012,0 atau tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Rupiah tunjukan penguatan
Sementara itu, rupiah menguat terhadap ringgit Malaysia yang turun 0,97 poin atau 0,02 persen menjadi Rp4.375,02.Penguatan rupiah juga terjadi terhadap yuan Tiongkok yang turun 1,30 poin atau 0,05 persen ke level Rp2.666,88.
Hal serupa terjadi terhadap yen Jepang yang turun tipis 0,07 poin atau 0,06 persen menjadi Rp113,10.
Dengan demikian, pergerakan rupiah pada perdagangan pagi ini masih beragam. Rupiah berada di bawah tekanan terhadap dolar AS, won Korea Selatan, dan baht Thailand, tetapi menguat terhadap ringgit Malaysia, yuan Tiongkok, serta yen Jepang.
Di tengah pergerakan mata uang yang bervariasi, harga emas dunia justru mencatat kenaikan cukup signifikan hingga menembus level USD4.140 per troy ons.