Pengelolaan Keuangan. Foto: Unsplash.
Pengelolaan Keuangan. Foto: Unsplash.

Siswa SMP Jadi Agen Literasi Keuangan, Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

Arif Wicaksono • 29 Oktober 2026 19:09
Ringkasnya gini..
  • Literasi keuangan kini tidak hanya menjadi bekal untuk mengelola uang pribadi, tetapi juga dapat mendorong generasi muda membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang lebih baik.
  • Sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) membuktikan hal tersebut dengan merancang inovasi yang mengajak keluarga dan komunitas membangun kebiasaan keuangan yang sehat.
Jakarta: Literasi keuangan kini tidak hanya menjadi bekal untuk mengelola uang pribadi, tetapi juga dapat mendorong generasi muda membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang lebih baik. Sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) membuktikan hal tersebut dengan merancang inovasi yang mengajak keluarga dan komunitas membangun kebiasaan keuangan yang sehat.

Inisiatif ini hadir melalui JA SparktheDream Social Challenge 2026, program kolaborasi PT FWD Insurance Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI). Kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengidentifikasi persoalan keuangan di lingkungan sekitar dan mengembangkan solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Program ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan. Pada tahun keempat pelaksanaannya, JA SparktheDream telah menjangkau lebih dari 2.300 siswa di 12 kota dan kabupaten, dengan kompetisi sosial sebagai wadah penerapan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran.

Urgensi penguatan literasi keuangan sejak dini juga tercermin dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Indeks inklusi keuangan kalangan pelajar tercatat mencapai 92,76%, sedangkan indeks literasinya sebesar 62,72%. Angka tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan belum sepenuhnya sejalan dengan tingkat pemahaman penggunanya.

Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Halimatus Sa’diyah mengatakan, pelajar merupakan kelompok prioritas dalam pengembangan literasi dan inklusi keuangan. Pemahaman yang baik sejak usia sekolah diperlukan agar generasi muda mampu mengelola uang, mengenali risiko, dan menggunakan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, edukasi keuangan perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah dan industri jasa keuangan hingga sekolah, keluarga, serta organisasi masyarakat. Kolaborasi tersebut dibutuhkan agar pengetahuan yang diperoleh pelajar dapat diterapkan secara konsisten, bukan sekadar dipahami sebagai teori.

Dalam JA SparktheDream Social Challenge, siswa didorong mengambil peran lebih luas sebagai penggerak literasi keuangan di lingkungannya. Mereka bekerja dalam tim untuk mengenali masalah sosial, merumuskan pendekatan penyelesaian, dan menyampaikan gagasan melalui video pendek yang menjelaskan persoalan, solusi, serta manfaat yang diharapkan.

Sebelum mengikuti kompetisi, peserta memperoleh pembelajaran mengenai pengelolaan keuangan pribadi melalui kegiatan di sekolah dan aktivitas bersama keluarga. Mereka kemudian mengikuti bootcamp daring untuk mengembangkan gagasan dan meningkatkan kemampuan presentasi, serta mendapatkan pendampingan dari sukarelawan FWD Insurance.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, pembekalan keuangan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk membantu generasi muda menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan berbagai risiko finansial.

Melalui JA SparktheDream, FWD Insurance ingin mendorong siswa membangun kebiasaan finansial yang sehat sekaligus mengembangkan kemampuan mengambil keputusan sesuai kebutuhan dan tujuan mereka. Dengan fondasi tersebut, generasi muda diharapkan lebih percaya diri dalam merencanakan masa depan dan memanfaatkan peluang.

Hasilnya, sebanyak 12 gagasan dipresentasikan dalam JA SparktheDream Social Challenge 2026. Berbagai inovasi yang diusulkan berfokus pada pembentukan kebiasaan mengelola uang, peningkatan kewaspadaan terhadap penipuan keuangan digital, hingga perbaikan pengelolaan keuangan keluarga.

Tim 13 Finsmart dari SMPN 13 Bandung keluar sebagai juara pertama melalui FINHABIT. Platform interaktif ini menggabungkan latihan, simulasi, dan tantangan kehidupan nyata agar pengguna tidak hanya memahami konsep keuangan, tetapi juga dapat mempraktikkannya dan mengevaluasi keputusan yang diambil.

Juara kedua diraih Tim FINSHIELD dari SMP Nation Star Academy Surabaya. Mereka mengembangkan permainan papan yang dilengkapi kartu berisi skenario penipuan finansial untuk membantu remaja mengenali risiko dan belajar memilih tindakan yang lebih aman. Inovasi tersebut juga mencakup jurnal keuangan, tantangan bersama keluarga, serta mentor AI bernama SORA sebagai pendukung pembelajaran.

Adapun juara ketiga diraih Tim Spensyora dari SMPN 9 Denpasar melalui Cashora. Situs web ini dirancang untuk mencatat uang saku dan memberikan notifikasi ketika pengeluaran meningkat terlalu cepat. Dengan fitur tersebut, anak-anak dan keluarga dapat memantau pola belanja serta melakukan penyesuaian sebelum anggaran habis.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia Utami Anita Herawati menilai, proses merancang solusi sosial membantu siswa memahami bahwa pengetahuan keuangan dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata. Mereka harus mempertimbangkan kebutuhan calon pengguna, cara penerapan solusi, dan dampak yang ingin diwujudkan.

Pendampingan dari guru, keluarga, dan sukarelawan turut membantu peserta menyempurnakan gagasan. Selain memperdalam pemahaman finansial, proses tersebut melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kepercayaan diri siswa untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Dua tim terbaik dari kompetisi nasional ini dijadwalkan mewakili Indonesia dalam kompetisi tingkat Asia Pasifik pada November 2026. Mereka akan berkompetisi bersama peserta dari Hong Kong SAR, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand untuk memperkenalkan gagasan yang dikembangkan.

Sejak diluncurkan pada 2023, JA SparktheDream telah menjangkau lebih dari 8.200 siswa di Jakarta, Tangerang Selatan, Depok, Bandung, Cimahi, Surabaya, Sidoarjo, Bogor, Tangerang, Bekasi, Denpasar, dan Semarang. Cakupan tersebut memperlihatkan upaya memperluas pendidikan keuangan dengan menghubungkan lingkungan sekolah, rumah, dan komunitas.

Melalui program ini, FWD Insurance dan Prestasi Junior Indonesia mendorong pelajar agar tidak berhenti sebagai penerima edukasi keuangan. Dengan pengetahuan dan inovasi yang mereka kembangkan, siswa juga berpeluang menjadi agen literasi keuangan yang membantu orang-orang di sekitarnya lebih cermat mengelola uang, memahami risiko, dan membangun ketahanan finansial sejak dini.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan