Jakarta: PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk mencatatkan peningkatan kinerja keuangan pada semester pertama 2026. Perusahaan asuransi jiwa tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp181 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2026, tumbuh 69% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Perusahaan juga mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator bisnis utama, di tengah tekanan inflasi biaya medis dan fluktuasi pasar keuangan. Dari sisi bisnis baru, Annualized Premium Equivalent (APE) atau premi bisnis baru yang disetahunkan tumbuh 12% sepanjang 2025. Tren positif berlanjut pada semester I 2026 dengan pertumbuhan sebesar 7% YoY.
Kinerja tersebut melampaui perkembangan industri asuransi jiwa yang mencatatkan kontraksi APE sebesar 2% pada 2025, sebelum kembali tumbuh 2% pada semester pertama 2026.
Selain laba bersih, MSIG Life membukukan Contractual Service Margin (CSM) sebesar Rp913 miliar per Juni 2026. Angka tersebut meningkat 8% dan mencerminkan keuntungan dari kontrak asuransi yang belum diakui sebagai pendapatan, kemudian dibukukan secara bertahap selama masa pertanggungan.
CEO sekaligus Presiden Direktur MSIG Life, Wianto Chen, mengatakan fondasi bisnis perusahaan semakin kuat setelah menjalankan rencana jangka menengah periode 2020–2025. Strategi tersebut diarahkan untuk membangun perusahaan yang tangguh, bertumbuh, dan mampu menghasilkan laba secara berkelanjutan.
Menurut Wianto, peningkatan laba pada semester pertama 2026 menunjukkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah tantangan industri, termasuk kenaikan biaya medis dan volatilitas pasar keuangan.
Perusahaan juga mencatat perbaikan rasio klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar 8 poin secara tahunan. Perbaikan tersebut didukung penguatan proses underwriting, pengelolaan klaim, serta penerapan manajemen risiko berbasis data.
Dari sisi pengelolaan aset, hasil investasi pada portofolio non-unit link meningkat 8% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh diversifikasi penempatan investasi pada instrumen di pasar domestik maupun global.
Wianto mengatakan perusahaan akan melanjutkan strategi pertumbuhan dengan berfokus pada kualitas bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang. Untuk mencapai target tersebut, MSIG Life mengandalkan tiga pilar utama, yakni memperkuat jalur distribusi, meningkatkan efisiensi sekaligus pengalaman nasabah, serta memperkokoh tata kelola perusahaan.
Dari sisi permodalan, MSIG Life memiliki ekuitas sebesar Rp8,19 triliun. Jumlah tersebut berada jauh di atas ketentuan minimum ekuitas tertinggi sebesar Rp1 triliun bagi perusahaan asuransi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23 Tahun 2023, yang harus dipenuhi paling lambat 31 Desember 2028.
Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis juga tercermin dari rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 1.381,6%. Rasio tersebut jauh melampaui batas minimum regulator sebesar 120%.
Pada aspek bisnis dan layanan, MSIG Life mencatat sekitar 1 juta tertanggung hingga Juni 2026. Perusahaan juga membukukan pertumbuhan premi lanjutan sebesar 27% YoY, berbanding terbalik dengan kondisi industri yang mengalami koreksi sekitar 6%.
Sementara itu, dari sisi sumber daya manusia, tingkat keterlibatan karyawan MSIG Life mencapai 87% berdasarkan Employee Voice Survey 2025. Perusahaan menyebut capaian tersebut berada di atas rata-rata perusahaan asuransi global.
Penguatan tata kelola turut menjadi bagian dari pencapaian perusahaan. MSIG Life meraih predikat Trusted Company dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025 yang diselenggarakan oleh lembaga independen The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).
Berbagai pencapaian finansial dan nonfinansial tersebut menjadi modal bagi MSIG Life untuk melanjutkan ekspansi bisnis hingga 2030. Perusahaan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kualitas pengelolaan risiko, layanan kepada nasabah, serta penciptaan nilai bagi mitra dan pemegang saham.