IHSG naik 29,70 poin atau 0,58 persen ke posisi 5.126,53 pada pembukaan perdagangan. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 3,41 poin atau 0,66 persen ke level 521,30.
Meski mulai pulih, pergerakan IHSG masih perlu dicermati. Pasalnya, indeks belum sepenuhnya keluar dari tekanan tren sebelumnya dan masih menghadapi sejumlah level teknikal penting.
IHSG rebound setelah kembali menembus 5.000
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,79 persen ke level 5.096,83. Setelah sempat terkoreksi hingga 4.981 dan kembali menembus level psikologis 5.000.
Penguatan ini mencerminkan respons beli setelah tekanan jual tajam pada pekan sebelumnya, dengan sektor utilities menjadi pendorong utama melalui kenaikan 9,86 persen.
Sentimen turut terbantu oleh PMI Manufaktur Indonesia Oktober yang meningkat ke 54,0 dari 52,4 pada September, menandakan ekspansi aktivitas industri semakin kuat.
Namun, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, pemulihan masih perlu diuji mengingat indeks belum sepenuhnya keluar dari tekanan tren sebelumnya.
"Memasuki perdagangan hari ini, pasar mulai mencermati implementasi kebijakan BEI yang mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC), dengan bobot sekitar 18 persen terhadap IHSG, dari perhitungan indeks," jelas tim riset dalam riset hariannya.
Dari sisi makro, inflasi Oktober melandai ke 3,23 persen YoY dan neraca perdagangan September masih surplus USD3,36 miliar, meski menyusut dari USD3,55 miliar pada Agustus.
Selanjutnya, kata tim riset perhatian tertuju pada pemilu sela AS dan data JOLTS malam ini, disusul rilis PDB Indonesia kuartal III pada 5 November dengan konsensus pertumbuhan 5,0 persen YoY, serta data tenaga kerja AS (NFP) pada 6 November.
Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan konsolidasi dengan menguji resistance 5.116-5.170. Candle terakhir membentuk bullish candle dengan ekor bawah panjang setelah sempat menembus 5.000, mengindikasikan respons beli di area bawah.
Namun, RSI di 29,67 masih berada di area oversold, sementara indeks tetap jauh di bawah MA200 (6.846), sehingga tren utama masih bearish.
Selama support 5.027-4.962 mampu dipertahankan, peluang rebound tetap terbuka dan menembus level resistance 5.170 diperlukan untuk memperkuat pemulihan jangka pendek.