Kinerja tersebut menjadi bagian dari komitmen Prudential Indonesia dan Prudential Syariah dalam memberikan perlindungan kepada nasabah dan peserta ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan, sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai mitra perlindungan kesehatan dan finansial keluarga Indonesia.
| Baca juga: Perlindungan Finansial Jadi Fokus Chubb Life Indonesia |
Komitmen pembayaran klaim tersebut juga melanjutkan kinerja sepanjang 2025. Pada tahun lalu, Prudential Indonesia membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun kepada 332.122 penerima manfaat. Adapun Prudential Syariah menyalurkan klaim sebesar Rp2,2 triliun kepada 68.922 penerima manfaat.
Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, mengatakan bahwa ini mencerminkan komitmen Prudential untuk terus hadir dan memberikan perlindungan yang relevan bagi Nasabah saat ini dan di masa depan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa di balik setiap keputusan untuk memiliki perlindungan, ada janji kepada diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai. Bagi Prudential, janji tersebut diwujudkan dengan terus memahami kebutuhan Nasabah, menghadirkan solusi perlindungan yang relevan, serta memberikan layanan dan pengalaman yang dapat memberikan rasa aman dan percaya diri ketika dibutuhkan,” ujar Karin dalam keteranganya.
Hal tersebut tercermin dari pengalaman Judith T., 44 tahun, nasabah Prudential Indonesia asal Jakarta. Judith sebelumnya pernah memiliki polis Prudential, namun sempat menghentikan perlindungannya. Setelah kembali mempertimbangkan pentingnya perlindungan kesehatan, ia memutuskan menjadi nasabah Prudential Indonesia kembali pada awal 2024.
Meski mengalami beberapa kali penyesuaian premi, Judith memilih mempertahankan perlindungannya. Keputusan tersebut kemudian menjadi semakin berarti ketika ia didiagnosis kanker pada akhir 2025 dan harus menjalani proses perawatan.
“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kesehatan kita. Ketika akhirnya saya membutuhkan perlindungan ini, saya benar-benar merasakan manfaatnya dan merasa sangat terbantu,” ujar Judith.
Menurut dia, pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa memiliki perlindungan kesehatan merupakan bagian penting dari persiapan menghadapi ketidakpastian di masa depan.
Bagi Prudential, pengalaman nasabah tersebut menggambarkan pentingnya perlindungan sejak dini. Perusahaan terus mengembangkan berbagai solusi perlindungan dan kesehatan, inovasi layanan, proses klaim, serta pengalaman nasabah yang disesuaikan dengan kebutuhan di setiap tahap kehidupan.
Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, menambahkan bagi Prudential Syariah, perlindungan juga merupakan bentuk kepedulian dan amanah untuk saling menjaga, sekaligus wujud semangat tolong-menolong (ta’awun) antar sesama Peserta.
“Lebih dari itu, dalam prinsip syariah, setiap Peserta senantiasa memiliki semangat dan komitmen untuk tolong-menolong antar sesama (ta’awun), karena kontribusi yang diberikan melalui dana tabarru’ juga menjadi bentuk gotong royong untuk membantu Peserta lain yang sedang membutuhkan,” ujar Vivin.
Selain kinerja pembayaran klaim, kepercayaan masyarakat juga menjadi salah satu indikator yang menjadi perhatian perusahaan. Berdasarkan survei independen, Prudential Syariah menempati posisi No. 1 dalam Brand Preference dan rekomendasi peserta atau relationship Net Promoter Score (rNPS) di industri asuransi jiwa syariah Indonesia.
Pencapaian tersebut menunjukkan posisi Prudential Syariah sebagai salah satu pilihan masyarakat dalam memperoleh perlindungan berbasis syariah, sekaligus mencerminkan tingkat rekomendasi dari peserta yang telah merasakan manfaat layanan dan perlindungan perusahaan.
Ke depan, Prudential Indonesia dan Prudential Syariah berkomitmen memperkuat layanan serta solusi perlindungan untuk membantu nasabah dan peserta mempersiapkan masa depan, melindungi keluarga, serta menghadapi berbagai risiko kehidupan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda