Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo.
Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo.

Jalan Mulus IHSG di Tahun Macan Air, Bakal Tembus 7.500

Media Indonesia.com • 31 Januari 2022 18:36
Jakarta: Tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2022 diperkirakan positif bergerak di kisaran level 6.500-7.500. Ini karena terdorong fundamental ekonomi yang cenderung menguat pada tahun pemulihan perekonomian nasional.
 
Profesor for Finance and Investment di IPMI International Business School Roy Sembel mengatakan itu karena disokong beberapa indikator. Seperti tingkat inflasi sekitar dua persen plus minus satu persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran Rp13.500-Rp15 ribu. Benchmark rate sekitar 3-4 persen serta gini index di rentang 0,384-0,387.
 
Roy pun tak ragu memproyeksikan IHSG menyentuh level 7.500. Di sisi lain, dia menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia memiliki beberapa keunggulan seperti interest rate yang relatif rendah di level 3,5 persen. GDP per kapita Indonesia pun sudah kembali di atas USD4.000 atau sudah mulai pulih sejak 2021. Inflasi pun dipertahankan plus minus sekitar dua persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pembangunan di bidang infrastruktur dan maritim yang terus berjalan menjaga roda ekonomi terus berputar. Ketika ekonomi bergerak, kata dia, tingkat konsumsi kembali bertumbuh. Indonesia pun memiliki bonus demografi hingga 2035. Hal itu pun diperkuat regulasi Omnibus Law yang diharapkan terimplementasi dengan baik.
 
"Jadi ke depan domestic stocks masih bagus untuk long term investment. Bagi yang suka trading atau short term investment boleh juga. IHSG diperkirakan bisa di level 7.500," ujarnya optimistis, dilansir Mediaindonesia.com, Senin, 31 Januari 2022.

2022 tahun harapan

President Director of CSA Institute Aria Santoso juga mengemukakan analisisnya terkait pasar modal tahun ini. Dia berpendapat 2022 ialah tahun harapan karena fundamental makro maupun mikro menunjukkan pergerakan positif. Hal itu pun terdorong program vaksinasi pemerintah yang masif yang menumbuhkan optimisme, sehingga membuat sektor riil kembali bergerak.
 
Di sisi lain, optimisme terlihat di sektor keuangan yang merupakan penopang utama IHSG atau sektor terbesar yang menunjukkan pergerakan positif. Aria pun menyoroti sektor penopang lain yaitu energi yang terjadi upside yang bagus. Dia mengingatkan, dalam masa pemulihan ekonomi akan terjadi penaikan kebutuhan energi yang lebih besar.
 
"Pada (tren) 2022 tadi Prof Roy mengatakan akan ada potensi kenaikan yang cukup optimistis pada IHSG. Bahkan di atas level 7.000. Dan saya juga melihat hal itu, saya makin percaya diri IHSG bisa sampai 7.500 karena didukung analisis ekonomi makro Prof Roy," kata dia.
 
Director of PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee pun mengemukakan optimisme senada. Dia pun mengaitkan dengan penanggalan Tiongkok yang memasuki tahun Macan Air yang menandakan kondisi yang lebih harmonis atau akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Macan Air menandakan banyak perubahan akan terjadi. Dia menggambarkan kebijakan moneter global yang banyak berubah.
 
Adapun sektor yang akan menarik pada tahun Macan Air ialah sektor komoditas, elektronik dan digital, pendidikan, properti, kecantikan makanan dan properti. Dengan catatan, lanjut dia, harus dibarengi dengan pengendalian pandemi yang semakin baik. Di sisi lain dia pun menekankan untuk waspada di sektor yang terkait logam dan perbankan. Terlebih di perbankan dana pencadangan untuk kredit bermasalah harus menjadi perhatian.

Waspada masalah global

Dia pun menyoroti permasalahan di tataran global yaitu Rusia berniat menginvasi Ukraina. Namun hal itu sepertinya urung terjadi karena Amerika Serikat campur tangan, sehingga menurutnya konflik tidak akan terjadi dan sektor komoditas akan aman. Dengan pemetaan kondisi pasar tersebut, Hans memperkirakan bursa saham di kuartal pertama 2022 akan volatile.
 
"Namun memasuki kuartal kedua 2022 market akan cukup positif bergerak. Perkiraan kami level 7.100-7.300 akan dicapai IHSG tahun ini," ujarnya.
 
Director of PT Kurikulum Saham Indonesia Alex Sukandar menjelaskan beberapa sektor yang mengalami penaikan awal tahun ini:
  • Sektor energi mengalami upside 13 persen dan pada 2021 naik 49 persen.
  • Sektor transportasi naik 5,7 persen dan pada 2021 naik 54 persen.
  • Sektor finansial kenaikannya 2,61 persen dan tahun lalu 6,64 persen.
  • Sektor kesehatan naik 1,36 persen dan sepanjang 2021 naik 5,83 persen.

Alex mengingatkan ada support yang krusial untuk IHSG yaitu di level 6.449 sebagai divergen yang harus diwaspadai. Adapun untuk level resistensi dia menyebut di area sideways 6.750. Level tersebut menurutnya harus mendapat perhatian dari investor.
 
"Kalau level 6.449 jebol ada kemungkinan divergen terkonfirmasi. Dan itu tidak perlu ditakuti kita perlu melakukan paper asset diversification bisa ke reksa dana, deposito, atau forex komoditas," katanya.
 
Committee KPEI Arwani Pranajaya mengingatkan agar investor ritel lebih cermat dan berhati-hati memilih instrumen investasi ketika memecah risiko seperti melakukan paper asset diversification. Dengan semakin banyak produk investasi di pasar salah satu hal yang dapat diperhatikan ialah izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada lembaga atau perusahaan pengelolaan investasi masyarakat.
 
"Intinya ini berujung pada meningkatkan literasi keuangan masyarakat kita. Tentu acara ini juga saya yakin diadakan pun tak lepas dari tujuan baik tersebut untuk peningkatan literasi keuangan kita," ujarnya.
 
Hal tersebut bukan tanpa alasan. Arwani mengungkapkan inklusi keuangan terus meningkat. Dia menyebut angka nasabah ritel selalu menunjukkan peningkatan cukup signifikan dari tahun ke tahun setidaknya sejak 2015. Hal itu perlu dibarengi dengan literasi agar masyarakat tidak salah jalan.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif