Baca juga: Kuartal I 2026, Kredit CIMB Niaga Capai Rp235 Triliun |
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui CIMB Niaga BPR dan BPRS Gathering 2026 bertema “Connecting for Future Growth, Digital Collaboration in Syariah Finance” yang digelar di Surabaya, Selasa (15/9/2026).
Acara ini dihadiri perwakilan Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo), Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (Himbarsi), serta pimpinan dan manajemen senior BPR dan BPRS dari berbagai wilayah di Indonesia.
Surabaya menjadi kota terakhir dalam rangkaian CIMB Niaga BPR dan BPRS Gathering 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Batam, Semarang, Bandung, Denpasar, dan Jakarta.
Sepanjang rangkaian tersebut, lebih dari 150 BPR dan BPRS ikut berpartisipasi. Tingginya partisipasi ini menunjukkan kebutuhan industri terhadap kolaborasi, solusi perbankan, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan bisnis.
Chief Syariah Wholesale Banking, Strategy & Finance CIMB Niaga Herwin Bustaman mengatakan BPR dan BPRS memiliki peran penting dalam memperluas akses layanan keuangan, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
“BPR dan BPRS merupakan mitra penting dalam ekosistem keuangan nasional karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan pelaku usaha di daerah. Sejalan dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, kami terus memperkuat kolaborasi dengan BPR dan BPRS melalui berbagai solusi perbankan yang komprehensif,” ujar Herwin.
Menurut dia, kolaborasi tersebut mencakup layanan transaction banking, cash management, hingga kapabilitas digital yang dapat membantu BPR dan BPRS meningkatkan efisiensi serta daya saing bisnis.
“Kami berharap sinergi yang semakin erat ini dapat mendorong pertumbuhan bersama dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah maupun nasional,” lanjutnya.
Dalam gathering tersebut, CIMB Niaga juga memperkenalkan sejumlah solusi perbankan untuk mendukung aktivitas bisnis BPR dan BPRS. Mulai dari pengelolaan dana dan transaksi bisnis hingga layanan digital untuk meningkatkan efektivitas operasional.
Beberapa solusi yang diperkenalkan antara lain integrasi sistem melalui API (Application Programming Interface), aplikasi cash management OCTOBIZ, Corporate Debit Card, Payment Point Online, e-Wallet OCTO Pay, QRIS Merchant, hingga kerja sama solusi haji.
Berbagai layanan tersebut menjadi bagian dari upaya CIMB Niaga menghadirkan one-stop financial solutions bagi BPR dan BPRS. Dengan layanan yang semakin terintegrasi, BPR dan BPRS dapat memiliki lebih banyak opsi untuk mengelola likuiditas dan kebutuhan transaksi perbankan sehari-hari.
Tak hanya soal produk dan layanan, gathering ini juga menjadi ruang untuk bertukar insight mengenai kondisi ekonomi dan perkembangan industri perbankan.
Economist CIMB Niaga Mika Martumpal membawakan materi bertajuk “Navigating Indonesia's Evolving Economic Landscape: Strategies for a Resilient Future”. Sesi ini membahas prospek ekonomi Indonesia serta strategi menghadapi dinamika ekonomi global dan domestik.
Sementara itu, Syariah Non Retail Funding Head CIMB Niaga Lucky Harfiandi bersama Business Performance and Control Head CIMB Niaga Mira Ratna Sari membawakan materi “Catalyzing Growth: The Banking Sector's Role in Advancing Rural & Sharia Rural Banks”.
Materi tersebut mengulas peluang kolaborasi antara perbankan dan BPR-BPRS, termasuk dalam mendorong pertumbuhan bisnis, memperkuat ekosistem keuangan syariah, serta mempercepat transformasi digital.
Lewat rangkaian CIMB Niaga BPR dan BPRS Gathering 2026, CIMB Niaga ingin membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada hubungan bisnis, tetapi juga berkembang menjadi sinergi jangka panjang. Kolaborasi dengan BPR dan BPRS diharapkan dapat ikut memperkuat ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi perekonomian daerah dan nasional.