Jakarta: PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mempertahankan tingkat keterisian pesawat atau load factor sebesar 82 persen ditengah kenaikan harga avtur.
Dalam laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 tercatat Revenue per Available Seat Kilometer (RASK) meningkat 25,5 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.
Perseroan juga mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 5,78 triliun hingga September 2026 atau turun tipis 4,1 persen YoY di tengah pengurangan kapasitas Available Seat Kilometer (ASK) sebesar 23,6 persen.
Pada periode tersebut, Indonesia AirAsia menerbangkan 3,92 juta penumpang dalam 26.455 penerbangan, dengan harga tiket rata-rata naik 11,5% menjadi Rp 1,23 juta dan RASK mencapai Rp 930.
Kinerja ini menunjukkan bahwa strategi optimalisasi jaringan berhasil mendorong produktivitas pendapatan unit sekaligus mempertahankan tingkat keterisian kursi yang tinggi.
“Tantangan terbesar yang dihadapi industri penerbangan saat ini bukanlah permintaan penumpang, melainkan kenaikan biaya untuk melayani permintaan tersebut. Kinerja kami membuktikan bahwa ketahanan pasar Indonesia AirAsia tetap solid. Meskipun terdapat penyesuaian kapasitas dan tarif, tingkat keterisian penumpang kami tetap stabil. Hal ini memberi kami keyakinan kuat bahwa fondasi pasar kami tetap kokoh,” ujar Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID/CMPP), Captain Achmad Sadikin Abdurachman dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Oktober 2026.
Di sisi lain, tekanan biaya eksternal terus membebani kinerja keuangan secara keseluruhan. Beban bahan bakar mencapai Rp 2,83 triliun, naik 19,1 persen YoY, dipicu oleh lonjakan harga avtur dunia sebesar 50,5 persen serta pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 6,3 persen terhadap Dolar AS.
Peningkatan rugi selisih kurs sebesar 103,2 persen turut mempengaruhi hasil konsolidasian, sehingga membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp1,74 triliun.
Tanpa memperhitungkan kerugian selisih kurs, rugi sebelum pajak berada di angka Rp913,29 miliar.
Menanggapi tantangan tersebut, Perseroan terus menerapkan pengelolaan biaya yang ketat melalui optimalisasi operasional dan disiplin anggaran.
Upaya ini berhasil menahan pertumbuhan total beban usaha di level 1,7 persen YoY, meskipun Cost per Available Seat Kilometer (CASK) naik 31,8 persen dan CASK di luar bahan bakar (CASK ex-fuel) meningkat 18,3 persen, yang sebagian besar dipicu oleh tekanan biaya eksternal dan pergeseran kapasitas.
“Kami mengelola situasi saat ini secara proaktif dan terukur. Kami memaksimalkan setiap instrumen yang berada dalam kendali kami mulai dari pengelolaan kapasitas dan produktivitas armada, hingga optimalisasi pendapatan per penerbangan serta pengendalian biaya. Prioritas kami bukan sekadar menambah frekuensi penerbangan, melainkan memastikan setiap penerbangan menghasilkan imbal hasil ekonomi yang lebih kuat,” jelas Captain Sadikin.
Dari total pendapatan, penjualan tiket penumpang berkontribusi sebesar Rp4,96 triliun, sementara pendapatan layanan tambahan (ancillary revenue) mencapai Rp822,53 miliar yang diperoleh dari layanan bagasi, hidangan dalam pesawat, penerbangan charter, dan kargo udara.
Memasuki sisa tahun 2026, Perseroan akan terus memprioritaskan jaringan rute dengan permintaan yang berkelanjutan, meningkatkan utilisasi armada secara selektif, serta menangkap lonjakan permintaan perjalanan pada periode libur akhir tahun (peak season).
Strategi ini diperkuat oleh integrasi ekosistem AirAsia Group yang lebih luas—termasuk layanan penerbangan lanjutan (Fly-Thru) yang menjangkau lebih dari 130 destinasi—membuka peluang ekspansi pasar serta mendorong trafik penumpang di seluruh jaringan Indonesia AirAsia.
“Kami melihat potensi pertumbuhan tetap terbuka karena permintaan pasar yang mendasarinya masih terjaga. Melalui strategi rute yang lebih terarah, peningkatan produktivitas, serta dukungan ekosistem AirAsia Group, kami memiliki fondasi yang jelas untuk pemulihan kinerja secara bertahap,” tambah Captain Sadikin.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan