Mata uang rupiah. Foto: MI.
Mata uang rupiah. Foto: MI.

Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Pasar Cermati Transisi Kepemimpinan Bank Indonesia

Arif Wicaksono • 27 Juli 2026 09:45

Jakarta: Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026, di tengah perhatian pelaku pasar terhadap proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) menyusul pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo.

Berdasarkan data perdagangan pukul 09.33 WIB, kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah (USD/IDR) naik 0,45 persen atau 79,9 poin ke level Rp17.987,9. Pelemahan tersebut membuat rupiah kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Baca juga: BI Pastikan Stabilitas Tetap Terjaga usai Perry Warjiyo Mengundurkan Diri  

Menariknya, pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS (DXY) justru turun 0,30 persen ke level 101,000. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik tidak sepenuhnya dipicu oleh penguatan dolar AS di pasar global, sementara pelaku pasar juga mencermati perkembangan domestik.

Selain terhadap dolar AS, rupiah turut melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Pelemahan terbesar terjadi terhadap baht Thailand yang menguat 0,76 persen ke Rp536,329. Rupiah juga melemah terhadap ringgit Malaysia sebesar 0,47 persen ke Rp4.405,84, yen Jepang 0,46 persen ke Rp109,99, dolar Singapura 0,36 persen ke Rp13.949,78, yuan Tiongkok 0,31 persen ke Rp2.657,40, serta euro 0,25 persen ke Rp20.446,0.

Di sisi lain, rupiah masih mencatatkan penguatan terhadap won Korea Selatan. Mata uang negara gingseng tersebut turun 0,30 persen terhadap rupiah ke level Rp12,2547.

Di pasar komoditas, aset safe haven juga menguat. Harga emas dunia (XAU/USD) naik 1,16 persen menjadi USD4.100,18 per troy ons, mencerminkan sikap investor yang masih berhati-hati terhadap berbagai perkembangan ekonomi dan geopolitik global.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (26/7/2026). Presiden telah menerima pengunduran diri tersebut dan akan menindaklanjuti proses administrasi melalui penerbitan Keputusan Presiden mengenai pemberhentian secara hormat.

Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan operasional bank sentral tetap berjalan normal. Seluruh agenda kebijakan moneter, stabilisasi nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, serta kebijakan makroprudensial dipastikan tetap dilaksanakan sesuai rencana. BI juga menekankan bahwa mekanisme kepemimpinan yang bersifat kolektif bersama para deputi gubernur diharapkan dapat menjaga kesinambungan kebijakan dan kepercayaan pasar selama masa transisi.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan