Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini Kamis 11 Juni 2026.
Berdasarkan data pasar Investing yang dipantau sekitar pukul 09.09 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp17.953,9 per dolar AS atau melemah 0,63 persen.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang relatif stabil di level 99,925. Meski indeks dolar terpantau turun tipis 0,01 persen, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, masih terlihat pada awal perdagangan.
Di sisi lain, harga emas dunia kembali melanjutkan tren penguatan. Kontrak emas spot (XAU/USD) tercatat naik 22,60 poin atau 0,56 persen ke level USD4.094,06 per troy ounce. Kenaikan harga emas menunjukkan minat investor terhadap aset safe haven masih cukup tinggi di tengah ketidakpastian pasar global.
Sejumlah mata uang regional juga mengalami penguatan terhadap rupiah. Dolar Singapura diperdagangkan di level Rp13.947,33, sementara euro berada di kisaran Rp20.643 per euro. Adapun yuan Tiongkok tercatat di level Rp2.649,11 dan yen Jepang berada di Rp111,85 per yen.
Baht Thailand dan ringgit Malaysia juga menguat terhadap rupiah. Baht tercatat berada di level Rp545,65, sedangkan ringgit diperdagangkan di kisaran Rp4.409,32 per ringgit.
Penguatan dolar AS yang masih bertahan di level tinggi berpotensi menjaga tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek. Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi global serta arah kebijakan bank sentral utama dunia yang akan menjadi sentimen bagi pergerakan mata uang dan komoditas dalam beberapa waktu ke depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan