Glasgow: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan komitmen jangka panjang jasa keuangan dalam melaksanakan kebijakan keuangan berkelanjutan (sustainable finance). Upaya tersebut dilakukan demi mengakselerasi program ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
"OJK memegang komitmen jangka panjang terhadap sustainable finance untuk memastikan kelancaran transisi menuju ekonomi rendah karbon. OJK terus mendukung komitmen Pemerintah Indonesia terhadap Perjanjian Paris serta langkah negara untuk mencapai tujuan Net Zero Emission," kata Ketua DK OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan COP26 di Glasgow, Skotlandia, Selasa, 2 November 2021.
Wimboh menekankan, OJK telah memantau risiko terkait perubahan iklim serta krisis energi yang menambah tekanan pada ekonomi global. Tingginya biaya transisi ke ekonomi rendah karbon membawa tantangan tersendiri dalam mempercepat implementasi pembiayaan berkelanjutan di negara berkembang.
"Risiko perubahan iklim tersebut harus diperlakukan sebagai prioritas tinggi dan perlu dikurangi dengan upaya kolaboratif seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.
Karena itu, OJK menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan pada 2015-2019 dan dilanjutkan pada tahap kedua pada 2020 hingga 2024. Adapun sasaran strategis peta jalan ini meliputi terciptanya ekosistem yang mendukung percepatan keuangan berkelanjutan, peningkatan pasokan dan permintaan dana serta instrumen keuangan yang ramah lingkungan.
"Termasuk memperkuat pengawasan dan koordinasi dalam penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia," pungkas Wimboh.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan