IHSG. Foto: MI.
IHSG. Foto: MI.

Bursa Asia Bergerak Variatif, IHSG Masih Tertekan di Awal Perdagangan

Arif Wicaksono • 29 Juni 2026 09:26
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin di zona merah di tengah pergerakan bursa saham Asia yang cenderung bervariasi.
 
Berdasarkan data hingga pukul 09.05 WIB, IHSG turun 10,90 poin atau 0,18 persen ke level 5.885,23. Tekanan terhadap pasar saham domestik masih dipengaruhi sentimen eksternal dan lemahnya aliran dana asing. Menjelang akhir semester I 2026, IHSG bersama indeks LQ45 tercatat menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk di dunia.
 

Secara year to date (YTD), IHSG telah terkoreksi sekitar 31,8 persen, sementara LQ45 melemah 31 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menyusut sekitar 7,5 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun ini.
 
Pada perdagangan Jumat (26/6), IHSG ditutup turun 1,7 persen ke level 5.896, sedangkan rupiah masih bergerak mendekati Rp17.900 per dolar AS, mencerminkan tekanan eksternal yang belum mereda.

Dalam jangka pendek, perhatian investor akan tertuju pada rilis data inflasi Juni dan neraca perdagangan Mei. Surplus neraca perdagangan diperkirakan tetap berada di atas USD1 miliar, didukung normalisasi impor minyak dan gas setelah lonjakan impor pada April.
 
Sementara itu, inflasi diproyeksikan bertahan di kisaran 3,1 persen secara tahunan (year on year/YoY). Kondisi tersebut dinilai masih membuka peluang bagi Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Bursa Asia Bergerak Campuran

Di kawasan Asia, pergerakan indeks saham pada awal perdagangan menunjukkan arah yang berbeda-beda. Indeks Hang Seng di Hong Kong memimpin penguatan setelah naik 162,64 poin atau 0,72 persen ke level 22.834,50.
 
Penguatan juga terjadi di Filipina, dengan indeks PSEi Composite naik 0,86 persen menjadi 6.124,76. Sementara itu, indeks Straits Times Singapura menguat tipis 0,40 persen.
 
Sebaliknya, pasar saham Jepang dan Korea Selatan mengalami tekanan cukup besar. Indeks Nikkei 225 turun 743,88 poin atau 1,07 persen, sedangkan indeks KOSPI anjlok 2,40 persen atau 201,94 poin ke posisi 8.209,27.
 
Di China, indeks Shanghai Composite turut melemah 0,86 persen ke level 3.992,76. Tekanan juga terlihat di Malaysia, di mana indeks KLCI turun 0,54 persen menjadi 1.658,66.
 
Sementara itu, indeks Vietnam (VNI) bergerak relatif datar di level 1.871,91. Adapun indeks SET Thailand, berdasarkan perdagangan terakhir pada Jumat (26/6), ditutup melemah 1,04 persen ke posisi 1.542,34.
 
Pelaku pasar masih menanti sejumlah katalis global, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, perkembangan inflasi, hingga dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi arus modal di kawasan.
 
Analis menilai pergerakan bursa yang cenderung beragam mencerminkan sikap investor yang masih berhati-hati dalam mengambil posisi sambil menunggu kepastian dari sejumlah indikator ekonomi global.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan