Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah tipis pada perdagangan Selasa pagi, 13 Oktober 2026.
Berdasarkan data pasar valuta asing, mata uang rupiah melemah 12,1 poin atau 0,07% ke level Rp17.892,8 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi di tengah koreksi indeks dolar AS (DXY). Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia itu turun 0,137 poin atau 0,13% ke posisi 102,238.
Sementara itu, pergerakan mata uang global dan regional terhadap rupiah terpantau bervariasi. Euro bergerak stagnan, sedangkan yen Jepang menguat tipis.
Kurs euro terhadap rupiah berada di level Rp20.035 per euro, tidak berubah dari posisi sebelumnya. Adapun yen Jepang menguat 0,04% ke level Rp113,01 per yen.
Di kawasan Asia Tenggara, mata uang ringgit Malaysia melemah tipis 0,01% ke level Rp4.380,13 per ringgit. Baht Thailand juga terkoreksi 0,09% menjadi Rp532,49 per baht.
Sementara itu mata uang Dolar Singapura melemah 0,16% ke posisi Rp13.973,33 per dolar Singapura. Sementara itu, yuan China turun 0,18% ke level Rp2.672,77 per yuan.
Kemudian mata uang Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di antara mata uang regional yang dipantau. Won terkoreksi 0,40% ke level Rp13,38 per won.
Di pasar komoditas, harga emas dunia juga terpantau melemah. Harga emas dunia turun USD3,16 atau 0,08% ke level US$4.168,61 per troy ons.
Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah melemah tipis terhadap dolar AS, meskipun indeks dolar AS justru mengalami koreksi. Sementara itu, mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan