Mengutip data pasar valuta asing pada Selasa 22 September 2026 pukul 09.00 WIB, pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY). Indeks yang mencerminkan pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama tersebut naik 0,25% ke level 100,175. Penguatan indeks dolar AS turut memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang global dan regional, termasuk rupiah.
Baca juga: Semakin Melemah, Rupiah Bergerak ke Rp17.801 per Dolar AS |
Selain terhadap dolar AS, rupiah juga melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Won Korea Selatan tercatat menguat paling tinggi sebesar 1,08% terhadap rupiah ke level Rp13.145,4. Mata uang Euro juga menguat 0,76% terhadap mata uang rupiah ke posisi Rp20.535. Sementara itu, ringgit Malaysia naik 0,05% ke level Rp4.385,92.
Sementara itu mata uang Dolar Singapura turut menguat tipis 0,04% ke level Rp14.011,44. Adapun yuan China naik 0,02% menjadi Rp2.670,47. Meski demikian, rupiah masih mencatatkan penguatan tipis terhadap sejumlah mata uang Asia. Rupiah menguat 0,01% terhadap baht Thailand ke level Rp537,706. Rupiah juga terapresiasi 0,08% terhadap yen Jepang ke posisi Rp113,50.
Di pasar komoditas, harga emas dunia masih bergerak di zona positif. Harga emas spot (XAU/USD) tercatat naik 0,13% atau 5,55 poin ke level US$4.349,28 per troy ons. Pergerakan emas yang tetap menguat terjadi di tengah penguatan dolar AS. Emas merupakan salah satu aset yang kerap menjadi pilihan investor ketika pasar menghadapi ketidakpastian ekonomi dan keuangan global.
Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi dinamika dolar AS serta sentimen pasar global dan regional.