Ilustrasi Semen Indonesia. Foto: Istimewa.
Ilustrasi Semen Indonesia. Foto: Istimewa.

Penjualan Semen Indonesia Capai 18,28 Juta Ton di Semester I 2026

Arif Wicaksono • 02 September 2026 10:16
Ringkasnya gini..
  • Perusahaan mencatat kinerja positif dengan volume penjualan semen mencapai 18,28 juta ton, atau tumbuh 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 17,31 juta ton.
  • Penjualan domestik SIG tercatat tumbuh 9,7% yoy. Salah satu pendorong utamanya datang dari segmen semen kantong yang mencatat pertumbuhan 11,2% yoy.

Jakarta: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil menjaga momentum pertumbuhan sepanjang semester I 2026. Perusahaan mencatat kinerja positif dengan volume penjualan semen mencapai 18,28 juta ton, atau tumbuh 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 17,31 juta ton.

Pertumbuhan tersebut ikut mengerek pendapatan SIG. Hingga semester I 2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp17,65 triliun, naik 13,1% yoy dari Rp15,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:  Jaga Pasokan, Bos SIG Kebut Distribusi Semen di Aceh

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan peningkatan kinerja tersebut tidak lepas dari membaiknya permintaan semen nasional yang berhasil dimanfaatkan perusahaan melalui penguatan strategi penjualan, khususnya di pasar domestik.

Penjualan domestik SIG tercatat tumbuh 9,7% yoy. Salah satu pendorong utamanya datang dari segmen semen kantong yang mencatat pertumbuhan 11,2% yoy.

“Kinerja penjualan yang positif pada semester I tahun 2026 adalah buah transformasi strategi penjualan pasar mikro yang dijalankan melalui penguatan retail sales dengan mempertajam pola bisnis hingga menjangkau toko-toko bangunan,” kata Vita.

Menurutnya, SIG tidak hanya fokus memperluas penjualan, tetapi juga memperkuat brand presence dan product knowledge di tingkat toko. Langkah tersebut dilakukan untuk membuat konsumen semakin mengenal produk sekaligus meningkatkan loyalitas.

Upaya mendekatkan diri dengan pelaku konstruksi juga dilakukan melalui program Akademi Jago Bangunan. Lewat program ini, SIG menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi ahli bangunan untuk meningkatkan engagement dengan tenaga konstruksi.

Pendapatan Naik, Laba SIG Ikut Ngegas

Di tengah pertumbuhan penjualan, SIG juga tetap menjaga disiplin harga dan melakukan efisiensi biaya. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp13,85 triliun atau naik 11,1% yoy. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan serta meningkatnya biaya bahan bakar dan energi.

Sementara itu, beban operasional, termasuk pendapatan dan beban operasional lainnya, naik 20,7% yoy. Kenaikan terutama dipengaruhi oleh meningkatnya biaya promosi dan distribusi yang mengikuti pertumbuhan volume penjualan.

Meski biaya meningkat, kondisi keuangan SIG tetap terjaga. Perusahaan berhasil mencatatkan arus kas operasi yang positif sekaligus terus menurunkan saldo utang. Dampaknya, beban keuangan bersih pada semester I 2026 turun 34,5% yoy seiring dengan penurunan utang berbunga.

Hasil akhirnya cukup signifikan. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 471% yoy menjadi Rp228 miliar. Sementara EBITDA tercatat Rp2,15 triliun, tumbuh 2,6% yoy.

Semester II Masih Cerah, Konstruksi Jadi Katalis

Memasuki semester II 2026, SIG melihat prospek pasar semen masih cukup positif. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan permintaan domestik akan terus berlanjut, terutama dari segmen semen kantong.

Di sisi lain, permintaan semen curah atau bulk mulai menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, investasi industri, dan hilirisasi.

Untuk memperkuat penetrasi pasar, SIG juga kembali menghadirkan Semen Kujang di Jawa Barat. Merek yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Jawa Barat tersebut diharapkan dapat kembali memenuhi kebutuhan konstruksi sekaligus memperkuat posisi SIG di pasar tersebut.

SIG Tak Cuma Jual Semen, Tapi Mulai Garap Bisnis Bangunan

Transformasi SIG tidak berhenti pada bisnis semen. Perusahaan kini mulai memperluas perannya sebagai penyedia Total Building Solution.

Dengan pendekatan yang semakin customer-centric dan value-driven, SIG mengembangkan berbagai produk turunan yang inovatif dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan konstruksi modern.

Peluang bisnisnya pun masih terbuka lebar. SIG memperkirakan industri semen saat ini baru menyumbang sekitar 11% dari total biaya material konstruksi bangunan.

Artinya, masih ada sekitar 89% potensi dari produk bahan bangunan lainnya yang bisa dikembangkan.

“Dengan pengalaman satu abad lebih di industri bahan bangunan, SIG berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi konstruksi terintegrasi agar lebih berdaya saing dan mampu mengatasi dinamika industri yang menantang,” ujar Vita.

Strategi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga pertumbuhan bisnis SIG, tetapi juga memperkuat profitabilitas serta menciptakan nilai tambah bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan