BPD semakin terdigitalisasi. Foto: Istimewa.
BPD semakin terdigitalisasi. Foto: Istimewa.

BPD Bangun Fondasi Transformasi Digital dengan AI

Arif Wicaksono • 07 Agustus 2026 09:36
Jakarta: Era digital bukan lagi sekadar tren bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD). Kini, transformasi teknologi menjadi langkah nyata untuk membuat layanan perbankan makin cepat, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) sebagai fondasi baru dalam memperkuat layanan keuangan di daerah.
 
Baca juga:  Taspen Jalin Kerja Sama dengan BPD Bali dan Bank Woori Saudara      

Komitmen tersebut diperlihatkan lewat kolaborasi strategis antara Lintasarta dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). Kerja sama ini juga melibatkan sejumlah BPD seperti Bank Jakarta, Bank BPD Bali, Bank Sumsel Babel, serta penguatan sinergi bersama Bank Jateng.
 
Kesepakatan itu diumumkan dalam ajang CxO BPD Summit 2026 di Semarang, Kamis (6/8/2026). Mengusung tema "Satu Fondasi, Satu Kedaulatan: Infrastruktur Digital Bersama untuk BPD", forum ini menjadi tempat berkumpulnya regulator, pimpinan BPD, hingga perusahaan teknologi untuk membahas masa depan perbankan daerah.
 
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial, BPD dinilai tidak bisa lagi hanya mengandalkan layanan konvensional. Digitalisasi menjadi kunci agar bank daerah tetap kompetitif sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing.
Langkah itu juga didukung kondisi industri yang cukup solid.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 mencatat total aset BPD telah mencapai sekitar Rp1.036 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 26,19 persen. Modal yang kuat tersebut menjadi bekal penting untuk mempercepat investasi di bidang teknologi digital, keamanan siber, hingga pengembangan AI.
 
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan, masa depan ekonomi daerah akan sangat bergantung pada kemampuan BPD membangun ekosistem digital yang terintegrasi. Menurutnya, Lintasarta menghadirkan platform Lintasarta Intelligent Core sebagai fondasi digital berbasis AI yang memungkinkan setiap BPD melakukan transformasi secara lebih cepat tanpa mengorbankan keamanan maupun kedaulatan data.
 
"Melalui Lintasarta Intelligent Core, kami menghadirkan fondasi digital berbasis AI yang memungkinkan setiap BPD mempercepat transformasi digital secara aman, terintegrasi, dan tetap menjaga kedaulatan data serta karakteristik masing-masing daerah," ujar Armand.
 
Ia menjelaskan, konsep tersebut dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign, Integrated,
dan Seamless Experience. Artinya, data tetap berada di Indonesia, seluruh sistem saling terhubung dalam satu arsitektur, dan layanan digital bisa dinikmati nasabah dengan pengalaman yang lebih mulus.
 
Tak hanya soal teknologi, kolaborasi ini juga berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui program Laskar AI bersama Asbanda University untuk mencetak talenta digital yang siap menghadapi perkembangan industri keuangan.
 
Selain itu, berbagai solusi AI akan dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah. BPD juga akan memiliki Forum Transformasi Digital dan AI sebagai ruang berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik terbaik antarbank daerah.
 
Sekretaris Jenderal Asbanda Rokidi menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah penting agar BPD mampu bersaing di era digital sekaligus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
 
Menurut Rokidi, peningkatan kemampuan talenta digital dan pertukaran pengalaman antar-BPD akan memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari peningkatan layanan bagi masyarakat hingga mendukung pelaku UMKM di berbagai wilayah.
 
Transformasi ini juga sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang disusun OJK. Salah satu fokusnya adalah mempercepat digitalisasi, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kontribusi BPD terhadap pembangunan ekonomi nasional.
 
Lewat integrasi konektivitas, layanan cloud, keamanan siber, dan AI dalam satu ekosistem, BPD diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih efisien, adaptif, dan sesuai kebutuhan masyarakat digital saat ini.
 
Tak hanya penandatanganan kerja sama, CxO BPD Summit 2026 juga menghadirkan diskusi mengenai keamanan siber, penerapan AI di industri perbankan, hingga demonstrasi berbagai solusi digital yang diproyeksikan menjadi wajah baru layanan BPD pada masa mendatang.
 
Dengan fondasi digital yang semakin kuat, BPD tidak hanya bertransformasi menjadi bank yang lebih modern, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan