Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Waspada, IHSG Bisa Kembali Terperosok Hari Ini

Ade Hapsari Lestarini • 27 Oktober 2021 08:24
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi berbalik ke zona merah. Bursa saham dunia yang bergerak variatif ditaksir menjadi salah satu pemicunya.
 
"Hari ini IHSG akan mengalami sideways di tengah pergerakan harga komoditas ataupun bursa yang mixed," ungkap Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Alwin Rusli, dikutip dalam hasil risetnya, Rabu, 27 Oktober 2021.
 
Padahal, lanjut dia, investor asing kerap melakukan net buy, namun IHSG belum kunjung bereaksi atas hal tersebut. Net buy terjadi jika transaksi beli lebih besar daripada transaksi jual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrials dan S&P 500 mencetak rekor baru. Namun kenaikan lebih lanjut tertahan karena saham Facebook tertekan -3,92 persen setelah melaporkan laba kuartalannya.
 
Adapun sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi terdongkrak 0,68 persen, memimpin kenaikan. Saham defensif seperti utilitas dan real estat termasuk di antara yang berkinerja terbaik, menunjukkan beberapa kehati-hatian di pasar.
 
Kelompok industri dan layanan komunikasi merosot. Namun, indeks acuan S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru, terangkat oleh saham-saham ternama dengan kapitalisasi pasar yang besar. Saham Nvidia Corp melambung 6,70 persen menjadi USD247,17. Sementara saham Amazon.com Inc naik 1,68 persen dan Apple naik 0,46 persen.
 
Sementara itu, bursa Asia mengawali perdagangan hari ini dengan posisi negatif. Bursa Nikkei Jepang melemah 0,10 persen dan bursa Kospi Korea turun 0,17 persen bergerak terus menurun. Kondisi ini beriringan dengan pergerakan AS tadi malam yang cenderung sideways, setelah perdagangan kemarin bergerak cukup tinggi.
 
Pelemahan bursa Asia pada pagi hari ini disebabkan kekhawatiran Pemerintah Tiongkok akan menarik pajak properti. Pemerintah Tiongkok semakin dekat dalam memberlakukan pajak properti setelah wacana ini muncul pertama kali dua dekade lalu.
 
Dewan Negara dikabarkan akan melakukan uji coba penerapan pajak properti selama lima tahun di daerah yang tidak disebutkan namanya. Saham China Evergrande Group turun 4,12 persen, sementara China Vanke turun 5,36 persen, dan Country Garden turun 5,06 persen.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif