Mata uang rupiah. Foto: MI.
Mata uang rupiah. Foto: MI.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.970 per Dolar AS

Arif Wicaksono • 05 Agustus 2026 09:13
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan data pasar Investing Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level Rp17.970,5 atau naik 24,9 poin (0,14 persen) terhadap rupiah.
  • Berdasarkan data pasar Investing Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level Rp17.970,5 atau naik 24,9 poin (0,14 persen) terhadap rupiah.
Jakarta: Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap mayoritas mata uang asing pada perdagangan Rabu pagi. 
 
Berdasarkan data pasar Investing Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level Rp17.970,5 atau naik 24,9 poin (0,14 persen) terhadap rupiah.
 
Penguatan dolar AS sejalan dengan kenaikan tipis Indeks Dolar AS (DXY) yang berada di level 99,760 atau naik 0,02 persen. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap pergerakan mata uang domestik.
 
Baca juga: Rupiah Tertekan pada Awal Perdagangan Balik Lagi ke Rp18.003 Lawan Dolar AS 

Tak hanya dolar AS, sejumlah mata uang utama dan regional juga tercatat menguat terhadap rupiah. Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,25 persen ke level Rp12,5992 per won.

Selanjutnya, ringgit Malaysia menguat 0,14 persen menjadi Rp4.392,83, disusul yuan Tiongkok yang naik 0,11 persen ke Rp2.663,48. Baht Thailand menguat 0,10 persen ke Rp540,727, sementara yen Jepang naik 0,08 persen menjadi Rp113,99.
 
Adapun dolar Singapura turut terapresiasi tipis sebesar 0,04 persen ke level Rp14.019,07. Sementara itu, euro relatif stabil di kisaran Rp20.741 tanpa perubahan berarti dibandingkan perdagangan sebelumnya.
 
Di pasar komoditas, harga emas dunia juga melanjutkan penguatan. Kontrak spot emas (XAU/USD) naik 20,94 poin atau 0,51 persen ke level USD4.098,42 per troy ons.
 
Secara keseluruhan, perdagangan pagi ini menunjukkan rupiah masih berada dalam tekanan di tengah penguatan dolar AS dan mayoritas mata uang global. Di sisi lain, kenaikan harga emas mengindikasikan masih adanya minat investor terhadap aset yang dinilai lebih aman di tengah dinamika pasar keuangan global.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan