Capaian tersebut disampaikan VTNY dalam Public Expose Live 2026 dalam rangka 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia atas undangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi perseroan untuk menyampaikan perkembangan bisnis dan strategi perusahaan kepada pemegang saham, investor, serta pemangku kepentingan.
Dalam public expose tersebut, VTNY memaparkan perkembangan kinerja keuangan serta kontribusi dari masing-masing lini bisnis. Perseroan juga menjelaskan strategi yang disiapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026.
Salah satu penopang utama kinerja VTNY berasal dari lini B2B Financial Services. Segmen ini menyumbang 57,5% dari total pendapatan atau sekitar Rp60,9 miliar pada Semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 8,1% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan B2B Financial Services didukung meningkatnya kebutuhan terhadap solusi pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya segmen UMKM dan korporasi. VTNY juga terus memperluas akses terhadap pembiayaan produktif dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan ekosistem yang semakin berkembang.
Di tengah industri pembiayaan yang makin dinamis dan regulasi yang terus berubah, VTNY memilih tetap bermain dengan pendekatan yang prudent. Artinya, pertumbuhan tetap dikejar, tetapi kualitas portofolio dan keberlanjutan bisnis tidak ditinggalkan.
Perseroan juga membuka peluang ekspansi pasar melalui penguatan strategic partnership dan pengembangan berbagai solusi pembiayaan. Targetnya mencakup UMKM, pelaku bisnis, hingga karyawan yang menjadi bagian dari target market VTNY.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya VTNY untuk menjaga fundamental bisnis tetap sehat sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.
Selain B2B Financial Services, lini B2B2E Employee Super App juga menjadi bagian penting dalam ekosistem bisnis VTNY. Segmen ini mencatatkan pendapatan Rp44,9 miliar atau berkontribusi 42,5% terhadap total pendapatan pada Semester I 2026.
Kontribusi tersebut menunjukkan kebutuhan perusahaan terhadap solusi digital yang bisa mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu ekosistem. Melalui Employee Super App, VTNY menyasar kebutuhan perusahaan dan karyawan, mulai dari peningkatan produktivitas hingga kesejahteraan finansial dan engagement.
Ke depan, VTNY akan mengoptimalkan basis pengguna dan jaringan perusahaan yang sudah terbentuk. Caranya melalui peningkatan penetrasi produk, penggunaan layanan, serta monetisasi. Strategi ini diharapkan dapat memperbesar kontribusi B2B2E terhadap pendapatan sekaligus meningkatkan lifetime value perusahaan dan pengguna dalam ekosistem VTNY.
Group CFO VTNY Kaleb Solaiman mengatakan, pencapaian pada Semester I 2026 bukan hanya soal pertumbuhan revenue. Menurut dia, yang tidak kalah penting adalah bagaimana perseroan terus memperkuat fundamental bisnis.
“Kami melihat Semester I 2026 bukan hanya dari pencapaian revenue, tetapi juga dari bagaimana kami terus memperkuat fundamental bisnis. B2B Financial Services dan B2B2E Employee Super App memiliki karakteristik yang berbeda, namun keduanya saling melengkapi dalam membangun ekosistem VTNY. Financial Services memberikan akses terhadap solusi pembiayaan produktif, sementara Employee Super App memperluas konektivitas kami dengan perusahaan dan karyawan.”
Kaleb menambahkan, strategi VTNY ke depan akan diarahkan pada pertumbuhan yang scalable, sustainable, dan profitable. Perseroan tetap akan menjaga kualitas bisnis sekaligus memastikan layanan yang dikembangkan memberikan manfaat nyata bagi stakeholders.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap strategi yang dilakukan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun recurring value dan memperkuat posisi VTNY dalam jangka panjang. Dengan ekosistem yang semakin luas, teknologi yang terus berkembang, serta kerja sama strategis yang semakin kuat, kami optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar di sepanjang 2026.”
Strategi Sisa Tahun
Memasuki paruh kedua 2026, VTNY menyiapkan tiga fokus utama, yakni memperkuat core business, memperluas ekosistem, dan meningkatkan kualitas monetisasi.Dari sisi core business, VTNY akan terus mendorong inovasi produk teknologi yang mampu menghasilkan margin tinggi. Langkah ini sejalan dengan komitmen perseroan untuk membangun lini bisnis yang tidak hanya tumbuh dari sisi volume, tetapi juga memiliki fundamental yang sehat.
Pada saat yang sama, manajemen risiko kredit tetap menjadi perhatian. VTNY menerapkan manajemen risiko kredit secara terukur dan disiplin untuk menjaga perputaran modal tetap optimal sekaligus meminimalkan potensi risiko gagal bayar di tengah dinamika pasar pembiayaan.
Sementara dari sisi ekosistem, VTNY akan memperkuat kerja sama strategis dengan berbagai mitra. Perseroan juga akan memperluas jaringan penyaluran atau disbursement network serta memperkuat sumber pendanaan modal atau capital funding, termasuk melalui dukungan pendanaan dari mitra lokal.
Dengan strategi tersebut, VTNY menargetkan fondasi permodalan yang semakin kuat untuk menopang pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Seluruh rencana tersebut juga diarahkan agar sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan ekosistem keuangan digital yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.