Dealer mobil milik Jardine Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia. Foto: Strait Times.
Dealer mobil milik Jardine Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia. Foto: Strait Times.

Chandra Asri Masuk Bisnis Mobil, Beli Dealer Jardine Rp3,3 Triliun

Arif Wicaksono • 25 Agustus 2026 19:44

Jakarta: Chandra Asri Pacific mulai melebarkan sayap ke bisnis otomotif. Perusahaan yang dikendalikan taipan Indonesia Prajogo Pangestu sepakat membeli bisnis dealer mobil milik Jardine Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia senilai S$265 juta atau sekitar USD208 juta.

Akuisisi ini menjadi langkah pertama Chandra Asri masuk ke sektor otomotif sekaligus memperluas bisnisnya di Singapura.

Dalam pernyataannya, Chandra Asri mengatakan bisnis otomotif tersebut akan melengkapi portofolio energi yang sudah dimiliki perusahaan di Singapura. Ekspansi ini juga melanjutkan langkah agresif Chandra Asri di negara tersebut, termasuk akuisisi jaringan SPBU bermerek Esso.

“Usulan akuisisi Cycle & Carriage akan mewakili tonggak penting lainnya dalam transformasi Chandra Asri Group menjadi penyedia solusi energi, bahan kimia, infrastruktur, dan mobilitas regional yang terkemuka,” kata Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Erwin Ciputra.

Dari energi ke bisnis mobil

Jardine Cycle & Carriage bukan pemain baru di industri otomotif. Perusahaan yang berada di bawah kendali Jardine Matheson Holdings milik keluarga Keswick itu telah menjalankan bisnis sejak 1899.

Di Singapura, Cycle & Carriage mengoperasikan enam fasilitas dan menjadi dealer sejumlah merek besar, seperti Mercedes-Benz, Kia, dan Mitsubishi.

Bisnisnya juga tidak cuma jual mobil baru. Cycle & Carriage punya bisnis mobil bekas melalui Republic Auto, layanan rental kendaraan, hingga penyediaan kendaraan listrik untuk perusahaan logistik.

Sementara di Malaysia, perusahaan menjadi dealer Mercedes-Benz dengan jaringan 11 fasilitas penjualan dan purna jual.

Bagi Jardine, transaksi ini juga menjadi bagian dari strategi untuk lebih fokus ke pasar utama mereka di Indonesia dan Vietnam. Dana dari penjualan tersebut rencananya digunakan untuk membayar utang.

Prajogo Pangestu makin agresif di Singapura

Masuknya Chandra Asri ke bisnis otomotif menambah daftar ekspansi Prajogo Pangestu di Singapura.

Pada 2025, Chandra Asri memperluas bisnisnya di negara tersebut setelah mengakuisisi jaringan SPBU Esso. Sebelumnya, aset kilang dan petrokimia Shell di Singapura juga berpindah tangan melalui transaksi dengan Shell dan Glencore.

Kini, portofolionya bertambah lagi dengan bisnis dealer mobil.

Chandra Asri sendiri merupakan bagian dari Barito Pacific, perusahaan yang ditransformasi Prajogo dari bisnis kayu menjadi salah satu kelompok usaha besar di sektor energi dan petrokimia.

Menurut data real-time Forbes, kekayaan Prajogo Pangestu mencapai sekitar US$17,2 miliar. Selain Chandra Asri, ia juga memiliki kepentingan di sejumlah bisnis lain, termasuk perusahaan batu bara Petrindo Jaya Kreasi yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023.

Dengan akuisisi Cycle & Carriage, Chandra Asri kini bukan cuma bermain di energi dan petrokimia. Bisnis mobil pun mulai masuk radar ekspansi grup tersebut.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan