Pidato Puan Maharani di Penyampaian Nota Keuangan & RAPBN 2027 (Sumber: Metro TV)
Pidato Puan Maharani di Penyampaian Nota Keuangan & RAPBN 2027 (Sumber: Metro TV)

APBN Indonesia Naik Hampir 20 Kali Lipat Sejak 2000, Puan: Jangan Cuma Besar di Angka

Annisa ayu artanti • 14 Agustus 2026 16:46
Ringkasnya gini..
  • APBN Indonesia meningkat dari sekitar Rp197 triliun pada 2000 menjadi Rp3.842 triliun pada 2026 dan diperkirakan mendekati Rp4.000 triliun pada 2027.
  • Puan Maharani mengingatkan besarnya APBN tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan jika anggaran belum mampu menjawab kebutuhan dan meningkatkan kualitas hidup rakyat.
  • APBN 2027 diarahkan untuk mendukung berbagai prioritas, mulai dari pangan, energi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan, ekonomi kerakyatan, hingga pengentasan kemiskinan.
Jakarta: Bayangkan uang yang dikelola negara pada 2000 hanya sekitar Rp197 triliun, lalu kini jumlahnya sudah mencapai ribuan triliun rupiah. Dalam waktu sekitar 26 tahun, skala APBN Indonesia berubah drastis dan angkanya diperkirakan terus membesar hingga mendekati Rp4.000 triliun pada 2027.
 
Namun, besarnya anggaran ternyata tidak otomatis menjadi ukuran keberhasilan pembangunan. Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan bahwa APBN harus benar-benar terasa manfaatnya dalam kehidupan masyarakat, bukan sekadar terlihat besar di atas kertas.
 
Puan menyampaikan perkembangan tersebut dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR 2026, Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menyebut APBN Indonesia berada di kisaran Rp197 triliun pada 2000, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp1.126 triliun pada 2010.

Kenaikan tersebut terus berlanjut hingga APBN 2026 mencapai Rp3.842 triliun. Jika tren tersebut berlanjut, Puan memperkirakan APBN 2027 bisa mendekati Rp4.000 triliun, atau hampir 20 kali lipat dibandingkan besaran APBN pada 2000.
 
“Pada tahun 2026 APBN sebesar Rp3.842 Triliun, naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000. APBN 2027 bisa jadi mendekati besaran belanja Rp4.000 Triliun,” ungkap Puan dalam Penyampaian Nota Keuangan & RAPBN  2027 pada Jumat, 14 Agustus 2026.
 
Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI, Presiden bakal Sampaikan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di DPR pada 14 Agustus 2026

Puan: APBN Bukan Sekadar Soal Seberapa Besar Anggarannya

Menurut Puan, APBN pada dasarnya merupakan pilihan politik karena menentukan ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang menjadi prioritas, serta manfaat apa yang seharusnya diterima masyarakat. Karena itu, besarnya belanja negara tidak cukup menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pengelolaan anggaran.
 
“Angka sebesar apapun tidak bermakna, apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat,” kata Puan dalam pidatonya.
 
Ia menegaskan APBN seharusnya dinilai berdasarkan kinerjanya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan seberapa banyak kehidupan rakyat yang dapat berubah menjadi lebih baik.
 
Jadi, persoalannya bukan sekadar berapa ribu triliun yang dibelanjakan negara, tetapi apa yang benar-benar kembali ke masyarakat.

APBN 2027 Diarahkan untuk Pangan hingga Pengentasan Kemiskinan

Dalam pidatonya, Puan menyebut tema kebijakan fiskal 2027, yaitu “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”, harus dimaknai sebagai upaya mempertemukan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan dan keadilan sosial.
 
Sejumlah program prioritas nasional juga disebut mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, hingga penurunan kemiskinan.
 
Puan menilai berbagai program tersebut harus menjadi satu kesatuan dalam politik pembangunan nasional. Menurutnya, pembangunan juga menjadi cara negara menjaga persatuan dengan memastikan masyarakat memiliki hak yang sama atas pelayanan publik, kesempatan ekonomi, dan kemajuan.
 
“Pembangunan nasional adalah cara negara menjaga persatuan. Memastikan setiap rakyat memiliki hak yang sama atas pelayanan publik, kesempatan ekonomi dan kemajuan,” ujar Puan.
 
Dengan APBN yang berpotensi mendekati Rp4.000 triliun, tantangannya bukan lagi sekadar mencari ruang untuk membelanjakan anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah punya dampak yang benar-benar terasa.

Puan Ingatkan Pajak, Utang hingga Transfer Daerah Harus Tepat

Puan juga menyoroti bagaimana APBN 2027 nantinya dihimpun dan dibelanjakan. Ia meminta pendapatan negara dikumpulkan secara adil tanpa melemahkan daya beli masyarakat maupun keberlangsungan dunia usaha, sementara belanja negara harus semakin berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil.
 
Selain itu, defisit dan utang negara dinilai perlu dikelola secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab. Puan juga mengingatkan setiap pembiayaan perlu memperhitungkan manfaat, risiko, serta beban yang mungkin ditanggung generasi mendatang, sedangkan transfer ke daerah harus benar-benar memperkuat pelayanan publik, ekonomi lokal, dan pemerataan pembangunan.
 
“Ukuran keberhasilan penyusunan APBN adalah sejauh mana kebijakan, program, dan anggaran membuka jalan bagi rakyat untuk hidup lebih baik,” ujar Puan.
 
Pada akhirnya, perjalanan APBN dari Rp197 triliun menjadi Rp3.842 triliun menunjukkan betapa besarnya skala ekonomi yang kini dikelola negara. (Wisa Irena Br Sitepu)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan